Lebaran Jadi Momentum: Stimulus Ekonomi Digelontorkan untuk Dongkrak Daya Beli
Selasa, 10 Feb 2026, 18:02 WIBJAKARTA â Program stimulus ekonomi berperan sebagai instrumen kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah perlambatan aktivitas ekonomi dan meningkatnya ketidakpastian global.
Melalui injeksi fiskalâbaik dalam bentuk belanja pemerintah, insentif pajak, maupun bantuan sosialâstimulus mampu mendorong permintaan agregat, memperkuat daya beli masyarakat, serta menahan kontraksi di sektor riil.
Dampak awal ini penting untuk memutus efek domino pelemahan ekonomi, terutama pada konsumsi rumah tangga dan investasi.
Lebih jauh, stimulus ekonomi berfungsi sebagai counter-cyclical policy yang membantu menstabilkan siklus bisnis.
Ketika sektor swasta menahan ekspansi akibat tekanan eksternal atau biaya pembiayaan yang tinggi, peran negara menjadi krusial untuk mengisi kekosongan permintaan.
Efek bergandanya menjalar ke UMKM, industri manufaktur, hingga pasar tenaga kerja, sehingga membantu menjaga tingkat pengangguran dan menopang pendapatan rumah tangga.
Dengan demikian, stimulus ekonomi bukan sekadar respons jangka pendek, tetapi bagian dari strategi menjaga resiliensi ekonomi nasional.
Jika dirancang tepat sasaran dan diiringi disiplin fiskal, program stimulus dapat mempercepat pemulihan, memperkuat kepercayaan pelaku usaha, serta menciptakan fondasi pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah resmi meluncurkan program stimulus ekonomi triwulan I untuk memudahkan mobilisasi masyarakat dan menjaga daya beli.
"Program ini mencakup diskon transportasi, skema work from anywhere, serta penyaluran bantuan pangan agar mobilitas lebih lancar dan biaya perjalanan lebih hemat," ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/2).
Dari sisi diskon transportasi, pemerintah memberikan potongan harga 30 persen untuk kereta api, kapal laut (Pelni) untuk periode 14-29 Maret 2026, potongan harga 17-18 persen untuk pesawat kelas ekonomi pada periode yang sama. Selain itu, pemerintah memberikan diskon 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhan pada 12-31 Maret 2026.
Untuk skema work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja, dapat dilakukan pada 16-17 Maret, dan 25-27 Maret 2026. Pelaksanaan WFA diharapkan dapat mengurangi kepadatan perjalanan, memudahkan perencanaan mudik, dan aktivitas kerja tetap berjalan.
Dari sisi bantuan pangan, pemerintah memberikan beras 10 kilogram dan dua liter minyak goreng, untuk dua bulan sekaligus kepada 35,04 keluarga penerima manfaat.
"Melalui kebijakan ini, masyarakat bisa merencanakan mudik dengan lebih fleksibel, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata tetap bergerak. Bantuan pangan juga diberikan untuk menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi jutaan keluarga," kata Teddy.
Ia berharap, stimulus ekonomi ini dapat lebih dirasakan oleh masyarakat dalam menyambut Idul Fitri, sekaligus menjaga ekonomi nasional tetap kuat dan kesejahteraan masyarakat semakin terjaga.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mensos Serukan agar ASN Hemat dan Tingkatkan Layanan
-
Tim SAR Berhasil Evakuasi Dua Pendaki Hilang di Gunung Dako Tolitoli
-
Isi Taklimat Presiden saat Apel Dansat TNI di Unhan
-
Bus Jemaah Haji Probolinggo Kecelakaan di Arab Saudi, 5 Luka-luka
-
Stimulus tarif transportasi pada semester II 2026
-
Libur Lebaran, Atraksi Budaya di Pariaman Jadi Daya Tarik
-
Sathantai Kodaeral IV Gelar Aksi Bersih Pantai Tanjung Uma
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.