Timnas Futsal Fokus Jaga Konsistensi

Senin, 09 Feb 2026, 06:19 WIB

JAKARTA - Usai mencetak sejarah sebagai finalis AFC Futsal Asian Cup 2026, Timnas Futsal Indonesia dihadapkan pada pekerjaan besar. Momentum prestasi harus dijaga, namun evaluasi menyeluruh tetap menjadi kunci agar skuad Merah Putih mampu bersaing konsisten di level Asia dan dunia.

Perjalanan panjang Timnas Futsal Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026 berakhir Sabtu (7/2) malam. Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, Indonesia harus puas menyandang status runner-up setelah kalah adu penalti 4-5 dari Iran, usai bermain imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu. Meski gagal mengangkat trofi, pencapaian menembus final untuk pertama kalinya dalam 11 keikutsertaan menjadi tonggak penting dalam sejarah futsal nasional.

Ket. Foto: Pemain Timnas futsal Indonesia meluapkan emosinya usai kalah dari Timnas futsal Iran saat pertandingan final AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Timnas futsal Indonesia dikalahkan Iran lewat adu penalti dengan skor akhir 5-4 setelah bermain imbang di waktu normal dengan skor 5-5. — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama

Dengan selesainya Piala Asia, perhatian kini beralih ke agenda kompetisi selanjutnya. Kalender futsal internasional masih menyediakan sejumlah peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan performa sekaligus menambah jam terbang. Salah satu yang dinanti adalah rencana kembalinya AFC Futsal Club Championship pada tahun 2027. Ajang antarklub Asia ini dinilai strategis karena dapat mengasah kualitas pemain Indonesia melalui kompetisi level tinggi di luar tim nasional.

Selain itu, federasi juga membuka peluang menggelar turnamen persahabatan internasional sebagai bagian dari pemusatan latihan. Pola ini sebelumnya diterapkan lewat Four Nation Cup serta uji coba melawan negara kuat di China sebelum AFC Asian Cup 2026. Agenda serupa diproyeksikan kembali demi menjaga kesiapan tim menuju target jangka panjang, termasuk FIFA Futsal World Cup 2028.

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengapresiasi dukungan luas yang diterima tim asuhannya sepanjang turnamen. “Menurut saya, kali ini hanya satu negara yang ingin Iran menang. Di seluruh dunia, banyak yang mendukung Indonesia,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Namun, Souto mengingatkan timnya tidak larut dalam euforia. Ia menilai pencapaian ke final bukan sesuatu yang mudah diulang. “Kita harus tetap membumi. Jika turnamen ini diulang dalam dua pekan, mungkin kita tidak sampai ke final,” katanya.

Evaluasi pun menjadi agenda utama. Souto menyoroti ketatnya persaingan futsal Asia dan menilai pembenahan di level akar rumput sebagai kebutuhan mendesak. Dia menekankan pentingnya peningkatan fasilitas latihan agar pemain terbiasa dengan tempo tinggi. “Lapangan di level akar rumput belum cukup baik. Kami perlu investasi fasilitas agar pemain bisa berkembang dan bermain pada kecepatan seperti di parquet,” ujarnya.

Soal target ke depan, Souto memilih bersikap realistis. Fokus tim, menurutnya, adalah proses persiapan dan konsistensi bersaing di setiap turnamen. “Datang ke pemusatan latihan, bersiap sebaik mungkin, bersaing. Terkadang kami sukses, terkadang belum,” tandasnya. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.