Menbud tegaskan Penggunaan Kertas jadi Simbol Keragaman Ekspresi Budaya
Minggu, 08 Feb 2026, 15:55 WIBJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan bahwa penggunaan kertas dalam dunia seni mencerminkan keragaman ekspresi budaya Indonesia. Menurut dia, medium kertas telah lama menjadi bagian penting dalam perkembangan kebudayaan Indonesia.
"Kertas tidak hanya berfungsi sebagai media tulis, tetapi juga sarana pewarisan nilai, pengetahuan, dan identitas budaya," ujar dia, Sabtu (7/2).
Fadli lalu menceritakan Indonesia telah mengela benda ini sejak abad ke-17. Saat itu masyrakatnya mengenal sebagai daluang atau kertas tradisional yang terbuat dari kulit kayu. "Ini digunakan dalam berbagai bentuk karya budaya seperti penulisan manuskrip, seni lukis, hingga media pertunjukan wayang beber," kata dia.
Fadli menambahkan keberadaan kertas dalam seni tradisional menunjukkan kemampuan masyarakat Nusantara dalam beradaptasi. Dalam arti kata menggunakan teknologi material tanpa kehilangan jati diri budaya.
Tidak hanya itu, keragaman budaya yang terekspresikan melalui medium kertas juga tidak terlepas dari konsep megadiversity.
"Istilah diversity tidak lagi cukup menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, sehingga diperlukan suatu penyebutan baru, yaitu megadiversity," ujar Menbud.
Fadli juga menyoroti penyelenggaraan Art Jakarta Papers yang menampilkan beragam karya budaya berbahan kertas dari 28 galeri.
"Ini merupakan suatu terobosan karena kertas sudah menjadi bagian dari ekspresi budaya di Nusantara," kata dia.
Menbud menginginkan para perupa Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.
"Ini memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku budaya, komunitas seni rupa, dan sektor swasta," ujar dia.
Sementara itu, VIP Relations Art Jakarta, Hafidh Ahmad Irfanda, berharap pameran seni rupa tersebut menjadi platform yang terus berkembang.
"Khususnya dalam mendorong para seniman untuk terus berkarya di tingkat nasional hingga global," ucap dia. ils/I-1
- Budaya Indonesia
- Menbud
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Tim Piala Dunia, Turki Pernah Cukup Bagus di Tahun 2002
-
Industri Aset Digital Dorong Peningkatan Ekosistem Hospitality Bandara
-
Liga Italia: Inter Milan Tutup Musim 2025/2026 dengan Hasil Imbang 3-3 Kontra Bologna
-
“Cahaya Hati” Hadirkan Kolaborasi Raisa dan Eross Candra dengan Sentuhan Musik Nusantara
-
Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
-
Sukses Digelar, Gubernur Luthfi Nilai Purwokerto Half Marathon 2026 Perkuat Wisata Olahraga dan Ekonomi Jateng
-
Ekraf Harus Adaptif Hadapi Gejolak Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.