India dan Malaysia Perkuat Aliansi Semikonduktor, Dorong Kolaborasi Teknologi Masa Depan

Minggu, 08 Feb 2026, 19:35 WIB

JAKARTA - India dan Malaysia sepakat memperdalam kemitraan strategis di sektor semikonduktor seiring penguatan hubungan perdagangan dan keamanan kedua negara di kawasan Samudra Hindia. Komitmen ini ditegaskan dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Malaysia pada akhir pekan lalu.

Kunjungan tersebut menjadi yang pertama bagi Modi ke Malaysia dalam lebih dari satu dekade. Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, kedua pemimpin menandatangani sejumlah kesepakatan lintas sektor.

Ket. Foto: India dan Malaysia sepakat memperdalam kemitraan strategis di sektor semikonduktor seiring penguatan hubungan perdagangan dan keamanan kedua negara di kawasan Samudra Hindia. Komitmen ini ditegaskan dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Malaysia pada akhir pekan lalu. — Sumber: AFP

Kerja sama yang disepakati mencakup energi terbarukan, perawatan kesehatan, kecerdasan buatan, hingga penguatan rantai pasok teknologi tinggi. Sektor semikonduktor menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan kedua negara.

"Bersamaan dengan AI dan teknologi digital, kami akan memajukan kemitraan kami di bidang semikonduktor, kesehatan, dan ketahanan pangan," ujar Modi dalam pernyataan bersama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi teknologi sebagai fondasi hubungan jangka panjang.

Anwar Ibrahim menyebut pertemuan tersebut memiliki nilai strategis bagi kedua negara. Menurutnya, intensitas dialog tingkat tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hubungan India–Malaysia.

"Pertemuan dan pertukaran ini sangat penting, sangat strategis, dan krusial untuk memajukan dan meningkatkan hubungan antara India dan Malaysia," kata Anwar dalam konferensi pers di Putrajaya.

Malaysia saat ini menempati peringkat keenam dunia dalam ekspor semikonduktor. Sektor ini juga menyumbang sekitar 25 persen terhadap produk domestik bruto Malaysia, berdasarkan data pemerintah setempat.

Kementerian Luar Negeri India menilai Malaysia memiliki ekosistem semikonduktor yang matang dan berpengalaman. Pengalaman panjang tersebut dinilai menjadi daya tarik utama bagi perusahaan-perusahaan India.

"Mereka memiliki pengalaman hampir 30 hingga 40 tahun di bidang tersebut," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India menjelang kunjungan Modi. India melihat peluang besar untuk membangun kemitraan industri yang saling menguntungkan.

Pemerintah India menyebut perusahaan-perusahaan nasionalnya tertarik berkolaborasi dengan Malaysia. Kerja sama itu meliputi penelitian dan pengembangan, pembangunan pabrik, hingga fasilitas manufaktur dan pengujian semikonduktor.

Salah satu contoh konkret adalah Tata Electronics yang dilaporkan menjajaki pembicaraan dengan perusahaan semikonduktor global. Perusahaan tersebut disebut mempertimbangkan akuisisi atau kerja sama pabrik fabrikasi, perakitan, atau pengujian semikonduktor di Malaysia.

Langkah ini sejalan dengan ambisi India memperkuat industri chip domestik dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global. Malaysia dipandang sebagai mitra strategis karena infrastruktur dan tenaga kerja industrinya yang mapan.

Di sisi perdagangan, hubungan ekonomi kedua negara juga menunjukkan tren positif. Pada tahun lalu, India mengekspor barang senilai 7,32 miliar dolar AS ke Malaysia.

Ekspor tersebut didominasi produk teknik dan perminyakan. Nilai perdagangan ini menjadi landasan kuat bagi penguatan kerja sama teknologi di masa mendatang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.