Cerita Unik Mario Aji dan Veda Ega Pratama Selama Latihan di Spanyol
Senin, 20 Jul 2026, 01:50 WIBYOGYAKARTA -Â Dua pembalap motor andalan Indonesia di kancah kejuaraan dunia, Mario Suryo Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3), membagikan berbagai kisah unik dan menarik selama menjalani rutinitas menetap di Spanyol sepanjang paruh musim 2026, Minggu (19/7).Â
Pembalap Moto3 asal Gunungkidul Veda Ega Pratama di Yogyakarta, Minggu, mengatakan salah satu pengalaman yang paling diingat adalah saat dirinya bersama Mario pernah ditilang aparat setempat ketika dalam perjalanan menuju sirkuit dan biaya denda tilang dibayari oleh Mario.
"Sempat kena tilang pas perjalanan ke sirkuit di sana, Mas Mario yang bayarin," ujarnya.
Menurut Veda, selama tinggal di Spanyol ia banyak menghabiskan waktu bersama Mario karena keduanya tinggal di lokasi yang sama.
Aktivitas mereka diisi dengan latihan bersama, berolahraga di pusat kebugaran, hingga menjalani berbagai persiapan menghadapi balapan.
"Saya tinggal bareng (dengan Mario) di Eropa, tiap hari latihan bareng, pergi ke gym," katanya.
Dalam kesempatan itu, Veda juga menceritakan awal ketertarikannya pada dunia balap motor. Ia mengaku mengenal olahraga tersebut dari sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional.
"Dulu ayah saya mantan pembalap. Saya beberapa kali ikut menonton balapan dan melihat ayah latihan. Dari situ saya ingin menjadi pembalap dan ayah juga mendukung," ujarnya.
Veda mengatakan dirinya mulai menekuni balap motocross sejak kecil sebelum beralih ke balap road race pada usia sembilan tahun.
"Terus lanjut balap nasional dulu, kemudian tahun 2022 mulai naik ke level internasional," katanya.
Sementara itu, Mario Suryo Aji membenarkan cerita Veda terkait pengalaman keduanya ditilang aparat di Spanyol saat hendak berangkat latihan dari Barcelona menuju Mora.
"(Betul) saya yang bayar denda tilangnya," katanya sambil berkelakar.
Mario mengatakan selama tinggal di Barcelona bersama Veda, keduanya menjalani jadwal latihan yang padat, mulai dari latihan fisik hingga latihan menggunakan sepeda motor.
"Selama musim berjalan kami di Barcelona, seminggu lima kali pasti ada aktivitas dan hampir setiap hari latihan dengan variasi berbeda, mulai motor hingga fisik," katanya.
Mario juga mengungkapkan kecintaannya terhadap dunia balap berawal dari almarhum ayahnya, Hartoto, yang juga merupakan seorang pembalap.
"Dulu almarhum ayah juga pembalap, jadi saya dikenalkan dunia balap oleh almarhum ayah," ujarnya.
Ia mulai mengenal motocross saat berusia sekitar lima hingga enam tahun dan mengaku sudah sangat menyukai sepeda motor sejak kecil.
"Awalnya motocross umur lima atau enam tahun, dulu kalau sehari enggak naik motor, nangis," katanya.
Kegemaran tersebut kemudian membawanya meniti karir dari ajang balap tingkat daerah, nasional, hingga akhirnya berlaga di kejuaraan dunia.
- mario suryo aji
- veda ega pratama
- pembalap indonesia
- moto2 indonesia
- moto3 indonesia
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Cuma Beras, Bulog Natuna Tambah Stok Minyak Goreng untuk 7.325 Warga, Ini Lokasinya
-
OPEC+8 Sepakat Naikkan Produksi 206 Ribu Barel per Hari pada Mei 2026
-
Ratusan Wali Murid Serbu Posko SPMB Jakarta Barat, Sudindik Bongkar Masalah Krusial Ini
-
Penutupan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, 1.600 Peserta Jalani Pelatihan 20 Hari
-
Pengemudi Becak di Blora Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
-
Ligue 1: PSG Incar Puncak Klasemen, Nice Berjuang Amankan Posisi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.