Ekonomi Lokal Digeber, Pemkot Semarang Pasangkan Koperasi Merah Putih dengan UMKM

Minggu, 08 Feb 2026, 21:40 WIB

SEMARANG – Kemitraan Koperasi Merah Putih dengan UMKM lokal menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas rantai nilai domestik.

Dengan menggandeng pelaku usaha kecil, koperasi tidak hanya membuka akses pasar dan pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi serta kualitas produk lokal.

Ket. Foto: Ilustrasi -Kopdes Merah Putih. — Sumber: Antara.

Sinergi ini berpotensi menciptakan multiplier effect di daerah, memperkuat daya saing UMKM, dan mengurangi ketergantungan pada produk luar, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Semarang terus mendorong Koperasi Merah Putih untuk berkolaborasi dengan kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di wilayah masing-masing dalam pengembangan ekonomi.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/2), mencontohkan kegiatan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon.

Kegiatan tersebut menggabungkan aktivitas ekonomi ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah dari Koperasi Merah Putih.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih atas kolaborasi strategis ini. Semoga menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan basis ekonomi kerakyatan," katanya di sela kegiatan.

Menanggapi aspirasi pedagang, ia mendorong percepatan pembangunan fisik di wilayah Genuk, termasuk infrastruktur jalan untuk mendukung aktivitas UMKM.

Ia menekankan bahwa perputaran ekonomi sirkular yang terjadi setiap minggu di pasar rakyat ini sangat efektif untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Pasar rakyat ini rutin berjalan setiap, berarti ada ekonomi sirkular yang berputar. Masyarakat bisa jalan sehat lalu jajan, ini memastikan inflasi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi tetap baik," katanya.

Pemkot Semarang juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Genuk guna menjamin kenyamanan kegiatan ekonomi warga.

"Saya minta Pak Camat segera ajukan usulan pengerasan jalan agar nantinya bisa digunakan maksimal untuk lapak UMKM kita," kata Agustina.

Kawasan Bangetayu Kulon yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak kini menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal yang sangat dinamis.

Ratusan pelaku UMKM dari wilayah Genuk dan sekitarnya berpartisipasi menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.

Ketua Paguyuban Pasar Rakyat Walid mengatakan bahwa kegiatan itu menandai sinergi strategis antara Pasar Rakyat yang telah eksis selama empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk untuk menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat.

"Tujuan kami dulu pertama kali membangun adalah mengumpulkan UMKM yang kita berdayakan di satu tempat. Alhamdulillah dari 20 lapak sampai hari ini sudah 250, dan masih ada sekitar 75 pelapak lagi yang mengantre karena keterbatasan tempat," katanya.

Bazar tersebut juga menawarkan paket sembako serba Rp30.000 dan Rp75.000, serta Minyakita seharga Rp15.000-an untuk membantu warga menghadapi fluktuasi harga menjelang Ramadhan 1447 H.

  • UMKM
  • Kopdes Merah Putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.