Bukan Sekadar Tren, Harga Emas Perhiasan Palembang Perlahan Merangkak Naik

Minggu, 08 Feb 2026, 17:40 WIB

PALEMBANG – enaikan harga emas perhiasan mencerminkan kombinasi tekanan global dan dinamika permintaan domestik.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi nilai tukar, emas kembali diposisikan sebagai aset lindung nilai, sehingga mendorong kenaikan harga bahan baku.

Ket. Foto: Harga emas perhiasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) perlahan naik menjadi Rp16.600.000 per suku atau 6,7 gram. — Sumber: ANTARA/ M Imam Pramana

Pada saat yang sama, permintaan musiman dan preferensi masyarakat terhadap emas sebagai instrumen simpanan nilai turut memperkuat tren tersebut.

Dampaknya, konsumen cenderung menahan pembelian, sementara pelaku usaha perhiasan menghadapi tantangan menjaga volume penjualan.

Jika tren ini berlanjut, kenaikan harga emas berpotensi menekan konsumsi ritel sekaligus mengubah pola belanja masyarakat ke arah yang lebih selektif.

Harga emas perhiasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) perlahan naik menjadi Rp16.600.000 per suku atau 6,7 gram, setelah sempat turun pada pekan lalu dengan harga Rp15.600.000.

Pemilik Toko Emas Makmur Jaya Palembang, Ko Awei dikonfirmasi di Palembang, Minggu (8/2), mengatakan, harga emas perhiasan di Kota Palembang perlahan naik menjadi Rp16.600.000 per suku atau 6,7 gram, setelah sempat menurun pada pekan lalu dengan harga Rp15.600.000.

"Emas tersebut merupakan emas perhiasan kadar tinggi dengan 92 persen kemurnian," katanya.

Ia menambahkan, warga Kota Palembang dengan harga emas saat ini atau profit taking transaksi jual beli sekitar berbanding 60 persen - 40 persen.

"Tren saat ini 60 persen warga melakukan penjualan dan 40 persen tren nya melakukan pembelian," katanya.

Sementara Noni, pedagang emas di Pasar 16 Ilir Palembang mengatakan bahwa setiap toko emas biasanya menjual harga berbeda tergantung dengan kadar emas perhiasan.

Namun menurutnya saat ini harga emas perhiasan di Palembang berkisar Rp16 jutaan per suku atau 6,7 gram.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (30/1) harga emas dunia turun 9,83 persen di level US$4.864,35 per troy ons. Pada perdagangan intraday bahkan harga emas sempat menyentuh level terendah US$4.680,53 per troy ons.

Harga emas sempat menyentuh US$ 5.450 sebelum harganya dibanting ke posisi terendah di US$ 4695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.

Data LSEG menunjukkan penurunan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pencatatan sejak Februari 1983 atau hampir 43 tahun di mana emas ambruk 12,09 persen sehari.

Koreksi ini terjadi di tengah euforia harga yang sudah terlalu cepat. Sepanjang Januari, emas masih menguat lebih dari 13 persen dan mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.