Pertamina Suplai Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Sabtu, 07 Feb 2026, 10:05 WIBBANDA ACEH - PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field menyuplai air bersih kepada warga terdampak banjir maupun kekeringan akibat kemarau pasca-banjir di desa-desa di Kabupaten Aceh Tamiang yang berada di sekitar operasional perusahaan milik negara tersebut.
âKami fokuskan penyaluran air bersih dan minum ke desa-desa sekitar sumur minyak (rig) yang jumlahnya ada puluhan desa setiap hari secara bergilir,â kata Juru Bicara Bidang Media Massa PEP Rantau Field Jefri di Aceh Tamiang, Jumat.
Ia menjelaskan pendistribusian air bersih untuk dikonsumsi masyarakat tersebut disalurkan setiap hari menggunakan dua mobil tangki milik Pertamina berkapasitas 12.000 liter. Satu armada melayani satu desa, baik di posko bencana maupun rumah warga.
âKami mengelola sendiri dan menyuplai air bersih yang bisa dikonsumsi. Setiap hari mendistribusikan dua truk tangki tronton untuk desa di area kerja perusahaan, juga ada permintaan untuk fasilitas umum yang membutuhkan,â ujarnya.
Dirinya menyatakan Pertamina sebagai perusahaan energi tidak hanya berfokus pada keberlanjutan operasi, tetapi juga menjalankan komitmen tanggung jawab sosial melalui sinergi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD dan pemangku kepentingan lainnya di Aceh Tamiang.
Ia mengatakan dalam dua bulan terakhir, penyintas banjir di Aceh Tamiang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, bahkan harus menunggu berhari-hari.
Ia mengaku melihat masyarakat terdampak penuh harap akan kebutuhan air bersih ketika mereka mendistribusikan air di Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda dan Kampung Perdamaian, Kecamatan Kota Kuala Simpang.
âKeraguan warga mendapatkan air bersih terpatahkan setelah satu unit mobil tangki dari Pertamina tiba di halaman rumahnya,â kata Jefri.
Salah seorang penerima bantuan air dari Desa Pahlawan, Adi (50), menyampaikan sebagian besar warga di desanya tidak berlangganan PDAM sehingga mengalami dampak krisis air bersih.
Untuk sumur-sumur telaga (mata air) mereka kini tidak layak konsumsi setelah tertimbun lumpur banjir.
âPasca-banjir warga sudah krisis air bersih, apalagi ini sudah musim kemarau. Sudah satu bulan lebih tidak pernah turun hujan, sumur kami kering airnya kuning, jadi untuk minum terpaksa beli,â katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Perluas Akses Pemasaran UMKM, Produk Lokal Kini Hadir di Semua Penerbangan Pelita Air
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Kota di Indonesia pada Selasa
-
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per Juni 2026
-
Gandeng UI, Mendagri Dorong Peningkatan Kompetensi Kepala Desa Lewat KDMK
-
Tembus 102.900 Unit! Penyaluran Rumah Subsidi 2026 Kebut Target 350 Ribu
-
Final Piala Dunia 2026, Babak Pertama Perpanjangan Waktu Tetap 0-0
-
Warga Klaten Gelar Kirab Budaya Syukuran Umbul Brondong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.