Jelang Pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka Ingatkan WNI Perhatikan Keamanan dan Tetap Waspada

Sabtu, 07 Feb 2026, 08:00 WIB

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mengingatkan para WNI di Bangladesh agar senantiasa menjaga keamanan diri dan tetap waspada menjelang pemilihan umum pertama di negara tersebut sejak ambruknya pemerintahan Sheikh Hasina pada pertengahan 2024.

“Sehubungan dengan rencana pelaksanaan pemilu Bangladesh pada 12 Februari 2026, KBRI Dhaka mengimbau kepada WNI di Bangladesh untuk senantiasa memonitor perkembangan situasi dan perlu tetap meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan,” menurut pernyataan tertulis KBRI Dhaka di media sosialnya sebagaimana dipantau di Jakarta, Sabtu.

Ket. Foto: Kedutaan Besar RI di Dhaka, Bangladesh. — Sumber: Wikipedia/KBRI Dhaka

KBRI Dhaka melaporkan bahwa menjelang hari pemungutan suara pekan depan, situasi keamanan di Bangladesh terpantau aman, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal.

Namun demikian, sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang diinginkan, WNI di Bangladesh dinasihati untuk menghindari titik ramai yang menjadi pusat massa serta terus memantau informasi terkini dari sumber resmi dan terpercaya.

Sembari meminta WNI agar menyimpan nomor-nomor penting selama berada di Bangladesh, KBRI Dhaka turut mengingatkan supaya mereka segera menghubungi KBRI melalui hotline +880-1614-444-452 apabila menghadapi hal mendesak.

Lebih dari 100 juta warga memiliki hak suara dalam pemilu 12 Februari mendatang, yang oleh para analis dianggap sebagai momen kunci yang menentukan bagi masa depan Bangladesh setelah keruntuhan rezim Sheikh Hasina, menurut pemberitaan Anadolu.

Kampanye pemilu dimulai sejak 22 Januari dan akan berlanjut hingga 10 Februari, dengan hasil awal pemilu dijadwalkan diumumkan di hari yang sama usai pemungutan suara.

Namun, karena referendum konstitusi juga akan dilakukan di hari yang sama, penghitungan akhir hasil pemilu kemungkinan akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Setelah partai Sheikh Hasina, Liga Awami, dilarang ikut pemilu, Partai Nasional Bangladesh (BNP) dan Partai Jamaat-e-Islam menjadi kompetitor utama yang bertanding merebut suara rakyat dalam pemilu pekan depan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.