Menko Zulhas Percepat 5 Proyek Listrik dari Sampah Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Jumat, 06 Feb 2026, 10:00 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mempercepat lima proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI atau aman, sehat, resik, indah.
âPerlu percepatan penanganan sampah nasional dengan gerakan yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), yaitu Gerakan Indonesia ASRI,â ujar Zulhas dalam konferensi pers selepas Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Kamis.
Percepatan penanganan sampah tersebut ia wujudkan melalui percepatan pengembangan proyek PSEL di lima lokasi, yakni di Kota Bekasi, Jawa Barat; Kota Yogyakarta, DIY; Bogor Raya, Jawa Barat; Denpasar Raya, Bali; dan Legok Nangka, Jawa Barat.
Sebanyak empat proyek telah dilakukan pelelangan, yang masing-masing berlokasi di Bekasi, Yogyakarta, Bogor, dan Denpasar. Sedangkan, proyek Legok Nangka memang sudah berjalan.
Dikutip dari laman Bappeda Provinsi Jawa Barat, Legok Nangka diharapkan dapat beroperasi penuh pada 2028.
Kemudian, setelah kelima proyek tersebut, Zulhas menyampaikan akan menyusul sembilan proyek PSEL yang lokasinya meliputi Jakarta, Lampung, dan Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas meminta kepada BRIN dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia Brian Yuliarto untuk mempersiapkan teknologi PSEL yang bisa digunakan di desa, kecamatan, maupun kabupaten, dengan kapasitas sampah 50â200 ton.
Apabila teknologi PSEL dengan kapasitas minimal pengolahan sampah sebesar 50 ton bisa terwujud, maka proyek PSEL bisa dikembangkan di wilayah-wilayah yang cakupannya lebih kecil. Teknologi PSEL yang saat ini membutuhkan sampah minimal seribu ton per hari.
âMungkin bisa kampus-kampus kita membuat alat-alat yang dengan teknologi yang sesuai,â ujar Zulhas.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan empat wilayah aglomerasi telah melakukan proses lelang dan diperkirakan siap melakukan peletakan batu pertama memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Maret.
Dia menjelaskan terdapat 10 wilayah aglomerasi yang sudah ditetapkan untuk pembangunan PSEL dan dilaporkan oleh KLH kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan yaitu Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Rata dan Serang Raya.
Dengan empat wilayah yang sudah menjalani proses lelang untuk pembangunannya yaitu Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi.
Selain 10 wilayah aglomerasi tersebut, pemerintah juga tengah mendorong persiapan pembangunan PSEL untuk wilayah Jakarta Raya dan Bandung Raya, yang masing-masing menghasilkan timbulan sampah 8.000 ton dan 5.000 ton per hari.
Menteri Hanif menyebut kedua wilayah aglomerasi tersebut masih belum memenuhi seluruh aspek yang dibutuhkan untuk pembangunan PSEL.
- Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United: Ujian Berat Juku Eja di Akhir Putaran Pertama
-
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Paket Sembako Murah Berisi Beras hingga Gula Hanya Rp100 Ribu
-
Natal Penuh Makna, ASDP Hadir Menyemai Harapan Anak Panti
-
Kanker Hati Hepatocellular Carcinoma, Tantangan, Terobosan, dan Harapan Baru Melalui Inovasi Imunoterapi
-
Bencana Landa Bogor: 18 Kecamatan Terendam Banjir dan Longsor
-
Bupati Bogor Jadikan Kampung Urug Sebagai Kawasan Cagar Budaya
-
Parah Nih! Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.