- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ukraina dan Russia Sepakat...
Ukraina dan Russia Sepakati Pertukaran 314 Tawanan dalam Perundingan di Abu Dhabi
Kamis, 05 Feb 2026, 20:30 WIBJAKARTA - Ukraina dan Russia mengakhiri hari kedua pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi dengan kesepakatan pertukaran tawanan perang. Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah konkret terbaru dalam upaya meredakan konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Pembicaraan berlangsung pada Kamis dan melibatkan delegasi dari Ukraina, Russia, serta Amerika Serikat. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian konsultasi diplomatik yang difasilitasi Washington.
Juru bicara negosiator utama Ukraina, Diana Davitian, memastikan bahwa putaran pembicaraan tersebut telah selesai. Namun, pihak Ukraina tidak mengungkapkan rincian teknis lebih lanjut terkait kesepakatan yang dicapai.
"Negosiasi telah selesai," ujar Diana Davitian kepada wartawan.
Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, menyatakan bahwa ketiga delegasi menyepakati pertukaran 314 tawanan perang. Kesepakatan ini menandai pertukaran pertama antara Ukraina dan Russia dalam lima bulan terakhir.
"Hari ini, delegasi dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Russia sepakat untuk menukar 314 tahanan yang merupakan pertukaran pertama dalam lima bulan," tulis Witkoff melalui platform media sosial X.
Hingga kini, belum ada kejelasan apakah angka 314 merujuk pada total tawanan yang akan dibebaskan atau jumlah yang akan dilepas oleh masing-masing pihak. Baik Moskow maupun Kiev belum memberikan klarifikasi resmi.
Pertukaran tawanan terakhir antara Ukraina dan Russia tercatat berlangsung pada 2 Oktober 2025. Kesepakatan tersebut dicapai dalam perundingan yang berlangsung di Istanbul, Turki.
Saat itu, Istanbul menjadi tuan rumah tiga putaran pembicaraan damai langsung antara kedua negara. Namun, setelah pertukaran tersebut, proses negosiasi sempat mengalami kebuntuan.
Steve Witkoff menilai pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi berlangsung secara intensif. Ia menyebut proses negosiasi berjalan dengan detail dan pendekatan yang konstruktif.
"Negosiasi ini terperinci dan produktif," ujar Witkoff.
Ia menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan diplomatik yang harus diselesaikan untuk mengakhiri perang. Meski demikian, langkah-langkah konkret seperti pertukaran tawanan dinilai sebagai sinyal positif.
"Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan membuahkan hasil nyata," lanjutnya.
Witkoff juga menyampaikan optimisme bahwa diskusi lanjutan akan menghasilkan kemajuan tambahan dalam waktu dekat. Ia menyebut beberapa terobosan lain diharapkan dapat dicapai dalam beberapa minggu mendatang.
Dalam pernyataannya, Witkoff turut menyampaikan apresiasi kepada Uni Emirat Arab yang telah memfasilitasi pembicaraan. Ia juga memuji peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam mendorong terwujudnya kesepakatan tersebut.
Hari kedua putaran pembicaraan dimulai sejak Kamis pagi waktu setempat di Abu Dhabi. Pertemuan ini melibatkan perwakilan tingkat tinggi dari Moskow, Kiev, dan Washington.
Sebelumnya, konsultasi awal selama dua hari juga digelar di Abu Dhabi pada 23â24 Januari. Rangkaian pertemuan ini menegaskan peran aktif Amerika Serikat dalam memediasi konflik Ukraina-Russia.
Meski belum menyentuh isu gencatan senjata atau penyelesaian politik jangka panjang, kesepakatan pertukaran tawanan ini dipandang sebagai langkah awal yang penting. Proses diplomatik selanjutnya diperkirakan masih akan berlangsung panjang dan kompleks.
- Ukraina
- Diplomasi
- Abu Dhabi
- konflik Russia-Ukraina
- Perang Russia-Ukraina
- Tawanan
- Perundingan Damai
- Russia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
UB Masuk Peringkat 601-800 THE Asia University Rankings 2026
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Melewati Perlintasan Sebidang, Pakar Berkendara Tekankan Etika
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.