• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Otomotif Jangan Cengeng, L...

Otomotif Jangan Cengeng, Lupakan Harapan Terus Disuapi Insentif

Kamis, 05 Feb 2026, 15:12 WIB

JAKARTA – Industri otomotif harus dibuat dewasa. Jangan dibiarkan terus menunggu insentif. Tapi ini juga karena menterinya yang terus minta pemerintah untuk memberi insentif ke otomotif. Sebaiknya industry otomotif dibiarkan dewasa, jangan disuapi insentif terus.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap kelanjutan kebijakan insentif mobil listrik dan hybrid yang diharapkan dapat menopang kinerja industri otomotif nasional pada 2026 masih dalam tahap pembahasan.

Ket. Foto: bersikaplah dewasa — Sumber: ist

Ditemui usai pembukaan pameran otomotif di Jakarta, Kamis, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengungkap usulan insentif tersebut masih berada dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan belum ada keputusan final yang bisa diumumkan.

"Sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan dalam rangka supaya bisa membantu industri otomotif ini penjualannya juga membaik, (insentif) masih dalam pembahasan," kata dia. Sama seperti mobil listrik, insentif untuk kendaraan hybrid, juga masih dalam pembahasan.

Sementara itu, untuk segmen Low Cost Green Car (LCGC), pemerintah masih menjalankan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) sebelumnya dengan insentif berupa tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3 persen. Kebijakan LCEV tersebut disebut akan tetap berlaku dalam jangka panjang hingga 2031.

"Soal insentif ditunggu saja. Mudah-mudahan segera ada jawabannya," kata Setia. Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap target penjualan mobil nasional yang ditetapkan sebesar 850 ribu unit untuk tahun ini.

Kementerian Perindustrian sebelumnya dikabarkan mengusulkan pemberian insentif fiskal bagi industri otomotif pada tahun 2026. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan skema insentif otomotif yang diusulkan mencakup aspek segmen kendaraan, jenis teknologi, bobot tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan jenis baterai yang digunakan.

Dia juga mengemukakan kemungkinan kendaraan listrik dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) mendapat insentif yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan dasar nikel.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menetapkan angka penjualan mobil sebesar 850.000 unit pada 2026, setelah melihat perkembangan pasar otomotif tanah air belakangan ini yang cukup menantang.

Data asosiasi tersebut untuk 2025 menunjukkan penjualan mobil dari pabrik kepada diler mencapai 803.687 unit atau turun 7,2 persen dari 865.723 unit pada 2024. Penjualan mobil dari diler kepada konsumen pada 2025 tercatat sebesar 833.692 unit, turun 6,3 persen dari 889.680 unit pada 2024.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.