Menkes Bertekad Perkuat Layanan Kesehatan Mental

Kamis, 05 Feb 2026, 15:04 WIB

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi merespons kasus bunuh diri siswa SD di NTT dengan memperkuat layanan kesehatan mental. Budi mengaku telah menerima laporan kasus tersebut dan langsung menyiapkan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Sekarang saya mau menyiapkan ada psikologi klinis di masing-masing puskesmas. Supaya penyakit-penyakit jiwa itu enggak masuk rumah sakit jiwa, tapi bisa ditangani di puskesmas,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai di kawasan South Quarter, Jakarta Selatan, Rabu (4/2).

Ket. Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

Lebih lanjut, Menkes Budi menekankan pentingnya penanganan dini di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama. Langkah ini dilakukan agar anak dengan gangguan mental segera mendapat pendampingan tanpa dirujuk ke rumah sakit jiwa.

“Kesehatan mental anak memang kita sudah screening, kita nemu ada 10 juta anak yang berisiko. Kan baru mulai penyaringannya dan sebelumnya kita enggak tahu ada masalah kejiwaan pada anak, sekarang sudah tahu ada 10 juta,” ucap dia.

Temuan tersebut mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pendekatan preventif dan promotif. Salah satunya dengan menggandeng sekolah serta menempatkan tenaga psikolog klinis di puskesmas.

“Nah, itu harus ditangani dengan menaruh psikologi klinis di puskesmas, kerja sama dengan sekolah. Ini dikakukan supaya bisa diobati secara preventif, promotif,” ucap Budi.

Sementara Menteri Sosial, Gus Ipul, menyampaikan duka cita mendalam atas kematian siswa SD di NTT diduga bunuh diri ekonomi. Dia menilai peristiwa tragis tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.