Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul optimalkan sumber daya lokal dalam kegiatan wisata study tour

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 16:13 WIB | Oleh:
Bantul optimalkan sumber daya lokal dalam kegiatan wisata study tour Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai pertemuan dengan MKKS dan MGMP di Mangunan, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (5/2)

BANTUL -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dalam kegiatan study tour, metode pembelajaran di luar kelas yang menggabungkan rekreasi dan edukasi oleh pelajar sekolah daerah ini.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis, mengatakan, sektor pariwisata harus dihubungkan dengan sektor pendidikan, karena wisatawan di DIY dan Bantul itu mayoritas segmen pelajar, sehingga sivitas pendidikan haruslah mengikuti orkestrasi gerak ekonomi yang sedang digalang.

"Makanya tidak boleh lagi ada ego sektoral, oleh karenanya study tour yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah dan sebagai bagian dari pembelajaran outdoor ini bagaimana bisa memanfaatkan sumber daya lokal yang kita miliki," katanya.

Dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal tersebut, Pemkab Bantul mengundang musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) se-Bantul, serta paguyuban lurah, guna merealisasikan hal itu bila melakukan kegiatan kunjungan.

"Pertemuan hari ini bersama MKKS dan MGMP serta paguyuban lurah menyusul adanya Surat Edaran Bupati tentang optimalisasi penggunaan sumber daya lokal, ini sifatnya umum dan hari ini fokus kita adalah sektor pariwisata," katanya.

Bupati mengatakan, sumber daya lokal yang bisa dioptimalkan termasuk jasa-jasa usaha pariwisata lokal itu mulai dari transportasi dengan menggunakan bus bus plat AB Bantul, penggunaan biro perjalanan, travel agent Bantul, dan jasa-jasa usaha yang lain.

"Sehingga ini terjadi konsolidasi sumber daya ekonomi dari kita, oleh kita, untuk kita, karena sumber daya yang kita miliki termasuk perusahaan-perusahaan jasa pariwisata ini pajaknya juga nanti larinya ke Bantul, keluar dari kantong kiri masuk ke kantong kanan," katanya.

Dengan demikian, kata Bupati, akan terjadi konsolidasi keuangan, sehingga optimalisasi sumber daya lokal ini penting untuk menemukan momentum yang tepat di saat daerah-daerah ini dituntut untuk kemandirian fiskal.

"Kemandirian fiskal itu bahwa pembiayaan bagi pembangunan daerah itu sejauh mungkin daerah ini menyediakannya secara mandiri karena adanya penurunan transfer ke daerah (TKD), terlebih tahun ini TKD untuk Bantul mengalami pemotongan sebesar Rp200 miliar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.