Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumedang Ngebut Program MBG, Bahan Pangan Wajib dari Petani Lokal

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 19:04 WIB | Oleh:
Sumedang Ngebut Program MBG, Bahan Pangan Wajib dari Petani Lokal Doc: ANTARA/HO-Pemkab Sumedang
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati saat menghadiri pertemuan bersama KPPG di Sumedang pada Selasa (3/2).

SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh pasokan pangan bersumber dari petani dan pemasok lokal guna memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan gizi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati di Sumedang, Selasa, mengatakan upaya ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung program strategis nasional untuk meningkatkan gizi masyarakat.

“Pada prinsipnya Kabupaten Sumedang siap mendukung penuh program MBG dengan skema rantai pasokan lokal yang melibatkan petani dan pelaku usaha pangan di daerah,” katanya.

Menurut Tuti, pertemuan bertujuan menjembatani komunikasi antara Pemerintah Daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait skema rantai pasokan bahan baku MBG agar benar-benar berasal dari potensi lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Tuti menerima Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) untuk wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Karawang, Sumedang, Indramayu, serta Kabupaten dan Kota Bekasi di Ruang Rapat Sekda, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).

“Kabupaten Sumedang sudah memiliki sistem pemantauan dan pelaksanaan program MBG, termasuk data ketersediaan bahan baku pangan yang dapat disesuaikan dengan menu MBG tanpa mengabaikan standar gizi,” ujarnya.

Sebelumnya hingga Desember 2025, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumedang telah menjangkau sekitar 220.000 penerima manfaat atau sekitar 61 persen dari total sekitar 365.000 sasaran yang ditargetkan. Jumlah ini masih dalam proses percepatan agar mencapai 100 persen cakupan pada Februari 2026.

Pemkab Sumedang juga telah membangun 114 dapur MBG yang beroperasi, dari target total pembangunan sebanyak 190 dapur dengan jumlah dapur yang beroperasi, 47 dari 86 dapur yang wajib sertifikasi telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin keamanan dan kesehatan pangan.

Ia menambahkan Sumedang siap menjadi daerah percontohan dalam penerapan rantai pasokan lokal untuk program MBG, sambil menunggu regulasi teknis dari BGN.

“Secara sistem kami sudah siap, tinggal bagaimana pengaturan regulasi dari BGN agar pelaksanaannya berjalan optimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala KPPG Yulian mengatakan kunjungannya ke Kabupaten Sumedang difokuskan pada percepatan program MBG, terutama dalam penguatan rantai pasokan pangan berbasis lokal.

“Kami ingin memastikan pasokan MBG benar-benar berasal dari lokal dan tidak dimonopoli oleh pihak tertentu karena hal itu tidak sesuai dengan instruksi Presiden,” ujarnya.

Menurut Yulian, Presiden menekankan agar program MBG memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk petani dan pelaku usaha pangan daerah.

Ke depan, KPPG akan berkoordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sumedang, seperti Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, untuk memastikan ketersediaan dan validitas data pasokan pangan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.