IHSG Hari Ini Bangkit Usai Otoritas Buka-bukaan Soal MSCI

Selasa, 03 Feb 2026, 18:30 WIB

JAKARTA – IHSG ditutup menguat seiring membaiknya sentimen pasar setelah otoritas memberikan penjelasan yang lebih transparan terkait isu MSCI.

Kejelasan komunikasi tersebut membantu meredam ketidakpastian yang sebelumnya membebani persepsi investor, terutama terkait potensi dampak terhadap arus dana asing.

Ket. Foto: Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Respons pasar menunjukkan bahwa transparansi kebijakan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar keuangan.

Meski penguatan bersifat sentimen-driven, keberlanjutannya tetap bergantung pada konsistensi komunikasi otoritas dan fundamental emiten di tengah dinamika global yang masih volatil.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2) sore, ditutup menguat 199,87 poin atau 2,52 persen ke posisi 8.122,60 seiring respon positif pelaku pasar terhadap transparansi otoritas pasar modal Indonesia terkait dengan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke posisi 823,72.

“Technical rebound karena udah oversold, dan faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI,” ujar Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi saat dihubungi di Jakarta.

Selama pekan ini, Wafi mengatakan IHSG akan bergerak konsolidasi cenderung menguat. Sementara itu, untuk investor asing (foreign investor), menurutnya masih akan bersikap wait and see terhadap pengumuman MSCI selanjutnya.

“Sementara domestik banyak yang bargain hunting karena sebentar lagi musim laporan keuangan full year 2025,” ujar Wafi.

Dari komoditas, harga emas dan perak tercatat rebound (berbalik menguat) pada perdagangan Selasa (3/2), setelah mengalami aksi jual masif selama dua hari. Wafi mengatakan koreksi besar-besaran emas dan perak merupakan penyesuaian posisi daripada merupakan penurunan berkelanjutan.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati data inflasi bulan Januari 2026, yang diperkirakan melambat menjadi 1,8 persen (yoy) dari sebelumnya 1,9 persen (yoy) pada Desember 2025.

Sementara itu, dari Amerika Serikat (AS) akan dirilis indeks ISM Service PMI bulan Januari 2026 yang diperkirakan relatif stabil di level 54,3 dari 54,4 di Desember 2025.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 6,52 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing naik sebesar 5,02 persen dan 4,97 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HUMI, LEAD, GTSI, BUMI dan OASA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.273.812 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 61,09 miliar lembar saham senilai Rp29,35 triliun. Sebanyak 654 saham naik, 108 saham menurun, dan 56 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 2.065,50 poin atau 3,92 persen ke 54.720,69, indeks Shanghai menguat 51,98 poin atau 1,29 persen ke 4.067,73, indeks Hang Seng menguat 59,19 poin atau 0,22 persen ke 26.834,76, dan indeks Strait Times menguat 51,81 poin atau 1,06 persen ke 4.944,08.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.