Hadapi Dominasi Tiongkok, Trump Bangun Cadangan Mineral Strategis

Selasa, 03 Feb 2026, 18:25 WIB

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Senin (2/2), mengumumkan pembentukan cadangan mineral kritis senilai hampir 12 miliar dollar AS, berupa persediaan strategis yang berpotensi menandingi kemampuan Tiongkok memanfaatkan dominasinya atas logam yang sulit diproses sebagai alat tawar dalam perundingan perdagangan.

“Hari ini kami meluncurkan apa yang akan dikenal sebagai Project Vault untuk memastikan bahwa pelaku usaha dan pekerja Amerika tidak pernah dirugikan oleh kekurangan pasokan apa pun,” kata Trump di Gedung Putih.

Ket. Foto: Presiden Trump — Sumber: Antara

Dikutip dari The Guardian, Trump membandingkan proyek tersebut dengan Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) yang dibentuk pada 1970-an, ketika embargo minyak Arab memicu kelangkaan bahan bakar yang mengganggu perekonomian.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan, sebanyak 11 negara tambahan akan diumumkan bergabung dalam inisiatif tersebut pada pekan ini.

Proyek ini pada tahap awal akan didanai melalui pinjaman 10 miliar dollar AS dari Bank Ekspor-Impor AS (US Export-Import Bank) serta hampir 1,67 miliar dollar AS dari modal swasta. Mineral yang disimpan dalam cadangan tersebut diharapkan dapat melindungi produsen kendaraan, elektronik, dan berbagai barang lainnya dari gangguan rantai pasok.

Dalam perundingan dagang tahun lalu yang dipicu oleh kebijakan tarif Trump, Tiongkok sempat membatasi ekspor unsur tanah jarang yang dibutuhkan untuk mesin jet, sistem radar, kendaraan listrik, laptop, dan ponsel.

“Kami tidak ingin lagi mengalami apa yang terjadi setahun lalu,” kata Trump, merujuk pada ketegangan dengan Tiongkok. Ia menambahkan bahwa pada akhirnya, “situasi itu berhasil diatasi.” Presiden juga menyatakan optimistis pemerintah akan memperoleh keuntungan dari pinjaman yang digunakan untuk memulai cadangan tersebut.

Tiongkok saat ini menguasai sekitar 70 persen produksi tambang unsur tanah jarang dunia dan 90 persen kapasitas pengolahannya secara global. Dominasi ini memberi Tiongkok kendali kuat atas sektor tersebut dan mendorong AS untuk mengembangkan sumber alternatif, termasuk membangun cadangan strategis serupa dengan cadangan nasional minyak bumi.

Cadangan strategis mineral kritis ini diperkirakan menjadi sorotan utama dalam pertemuan tingkat menteri tentang mineral kritis yang akan dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Departemen Luar Negeri pada Rabu.

Perjanjian Bilateral

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menyampaikan pidato kunci dalam pertemuan tersebut, yang akan dihadiri pejabat dari puluhan negara di Eropa, Afrika, dan Asia. Pertemuan itu juga diperkirakan mencakup penandatanganan sejumlah perjanjian bilateral untuk memperbaiki dan mengoordinasikan logistik rantai pasok.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menyebut pertemuan tersebut “akan menciptakan momentum kolaborasi” di antara para peserta untuk mengamankan akses terhadap unsur tanah jarang.

Pinjaman yang didukung pemerintah untuk pendanaan cadangan ini akan berlaku selama 15 tahun. Sebelumnya, pemerintah AS telah mengambil saham di perusahaan tambang unsur tanah jarang MP Materials, serta memberikan dukungan pendanaan kepada Vulcan Elements dan USA Rare Earth.

Trump mengumumkan pembentukan cadangan tersebut bersama CEO General Motors Mary Barra dan miliarder industri pertambangan Robert Friedland di Ruang Oval, didampingi sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan Kongres.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.