Untuk Menangkis Rudal Iran, AS Beri Lampu Hijau Penjualan $9 Miliar Sistem Patriot ke Arab Saudi

Senin, 02 Feb 2026, 00:03 WIB

WASHINGTON DC - Amerika Serikat telah menyetujui kemungkinan penjualan militer asing senilai 9,0 miliar dolar AS kepada Arab Saudi untuk rudal Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement, dengan Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan secara resmi memberitahukan kepada Kongres pada Jumat (30/1).

Dari Defence Blog, menurut keputusan Departemen Luar Negeri AS, Arab Saudi telah meminta pembelian 730 rudal pencegat PAC-3 MSE beserta paket lengkap peralatan pendukung, logistik, pelatihan, dan layanan teknis terkait. Penjualan ini bertujuan untuk memperluas kapasitas pertahanan udara dan rudal terintegrasi Kerajaan di tengah ancaman keamanan regional yang berkelanjutan.

Ket. Foto: Penjualan ini memperluas peran pertahanan udara dan rudal terintegrasi Arab Saudi dalam operasi keamanan regional yang dipimpin AS. — Sumber: Istimewa

Permintaan tersebut mencakup kit konversi peluncur PAC-3 MSE, kit sistem logistik otomatis, kit telemetri, kit alas rudal, simulator bundar dan kosong, peralatan pendukung darat, suku cadang, dan bahan habis pakai untuk wadah rudal. Paket ini juga mencakup dukungan integrasi dan pengujian, perangkat lunak dan dokumentasi rahasia dan tidak rahasia, dukungan logistik kontraktor, serta layanan teknik dan rekayasa pemerintah AS.

PAC-3 MSE adalah pencegat tercanggih dalam keluarga Patriot dan dirancang untuk mengalahkan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat terbang menggunakan teknologi "tembak-dan-hancurkan". Rudal ini menawarkan jangkauan yang lebih luas dan kemampuan manuver yang lebih baik dibandingkan varian PAC-3 sebelumnya dan merupakan elemen inti dari jaringan pertahanan udara dan rudal AS dan sekutunya.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan penjualan tersebut mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan memperkuat pertahanan sekutu utama non-NATO di kawasan Teluk. Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa penjualan tersebut akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk melawan ancaman saat ini dan di masa mendatang serta meningkatkan kontribusinya terhadap operasi pertahanan udara dan rudal terpadu regional di bawah Komando Pusat AS.

Menurut pemerintah AS, perluasan inventaris rudal Patriot akan membantu melindungi wilayah Saudi, infrastruktur penting, dan pasukan yang ditempatkan, serta unit AS dan sekutu yang beroperasi di wilayah tersebut. Departemen tersebut menambahkan bahwa Arab Saudi tidak akan kesulitan mengintegrasikan rudal dan sistem terkait ke dalam angkatan bersenjatanya.

Kontraktor utama untuk program ini adalah Lockheed Martin, yang berbasis di Dallas, Texas, yang memproduksi rudal PAC-3 MSE untuk Angkatan Darat AS dan pelanggan internasional. Pemerintah AS mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya usulan perjanjian imbalan (offset agreement) terkait penjualan tersebut, dan setiap pengaturan semacam itu akan dinegosiasikan langsung antara Arab Saudi dan kontraktor.

Arab Saudi telah mengoperasikan sistem pertahanan udara Patriot selama beberapa dekade dan telah memperluas jaringan pertahanan misilnya sebagai respons terhadap serangan misil dan drone berulang yang diluncurkan dari Yaman dalam beberapa tahun terakhir. Kerajaan tersebut telah bekerja sama erat dengan Amerika Serikat untuk mengintegrasikan Patriot, THAAD, dan sistem sensor lainnya ke dalam arsitektur pertahanan udara berlapis.

Rudal PAC-3 MSE digunakan oleh beberapa sekutu AS, termasuk Jerman, Jepang, Polandia, Rumania, Ukraina, dan Belanda, dan merupakan pencegat standar untuk batalyon Patriot Angkatan Darat AS. Kemampuan rudal ini untuk menyerang target balistik pada ketinggian yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh menjadikannya komponen utama dalam perencanaan pertahanan rudal AS dan sekutunya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.