Perkuat Penanganan Bencana Longsor di Cisarua, Kementerian PU Kerahkan 14 Excavator di Dua Area Evakuasi
Senin, 02 Feb 2026, 12:12 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Hingga Minggu, 1 Februari 2026 pukul 18.00 WIB, Kementerian PU telah mengerahkan sejumlah alat berat dan sarana pendukung untuk mempercepat proses evakuasi korban serta penanganan dampak bencana di lokasi terdampak.
Sejak awal kejadian, Kementerian PU telah bergerak cepat mengerahkan alat berat dan peralatan pendukung dari beberapa balai teknis Kementerian PU dengan fokus membantu percepatan evakuasi korban, membuka akses di lokasi terdampak, serta memastikan dukungan air bersih dan fasilitas dasar bagi masyarakat.Â
"Kami akan terus berada di lapangan dan memastikan seluruh peralatan bekerja optimal sampai proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Kementerian PU berkomitmen hadir untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam situasi sulit seperti ini,â kata Menteri PU Dody Hanggodo, Senin (2/2).
Dukungan alat berat dari Kementerian PU saat ini telah bekerja di lapangan, baik pada area evakuasi A1 maupun A2. Rinciannya adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI JakartaâJawa Barat mengerahkan 8 unit excavator, terdiri dari 6 unit excavator PC 75 dan 2 unit excavator PC 200. Seluruh alat tersebut saat ini telah beroperasi di area evakuasi A2 untuk membantu proses pencarian dan penanganan material longsoran.
Selanjutnya mobilisasi alat berat juga dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan mengerahkan 5 unit excavator yang terdiri dari 2 unit excavator PC 55 dan 3 unit excavator PC 200 yang telah bekerja di area evakuasi A1. Selain alat berat, BBWS Citarum juga mengirimkan 5 unit pompa air (alkon) berkapasitas 16,7 liter per detik serta satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung pembersihan lumpur dan kebutuhan air di lokasi bencana.
Dukungan tambahan juga diberikan oleh BBWS CimanukâCisanggarung melalui pengerahan 1 unit excavator mini PC 55 yang telah beroperasi di area evakuasi A1, serta 2 unit pompa air yang telah berada di lokasi untuk membantu penanganan genangan dan lumpur akibat longsoran.
Untuk memastikan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat turut berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penyediaan 10 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, 7 unit toilet portable, 2 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta 2 unit tenda hunian darurat bagi warga terdampak.
Berdasarkan data Basarnas per Minggu, 1 Februari 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah korban terdampak tercatat sebanyak 158 orang, dengan 78 orang berhasil diselamatkan. Saat ini proses pencarian masih terus dilakukan terhadap sekitar 6 orang yang dinyatakan belum ditemukan.
Kementerian PU terus berkoordinasi secara intensif dengan Basarnas, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan bencana berjalan optimal, aman, dan terkoordinasi.Â
- Kementerian PU
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores
-
KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu
-
KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan
-
Pertama di RI! Lombok Punya Jembatan yang Bisa ‘Geser’ Biar Kapal Nelayan Lewat
-
Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan
-
93 Sekolah Rakyat Permanen Dibangun! Prabowo: Ini Cara Putus Rantai Kemiskinan
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.