- Home
-
- Megapolitan
-
- Wagub Rano Pastikan Waduk ...
Wagub Rano Pastikan Waduk Aseni Kalideres Rampung Maret 2026, Solusi Banjir Jakarta Barat
Minggu, 01 Feb 2026, 16:00 WIBJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung pembangunan Waduk Aseni di Jalan H. Aseni Raya, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (30/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis pengendalian banjir tersebut selesai sesuai target.
Rano menyampaikan progres pembangunan Waduk Aseni telah memasuki tahap akhir. Ia memastikan pekerjaan fisik tinggal menyisakan proses finishing.
"Rampungnya Maret tahun ini. Secara perhitungan, dengan kondisi seperti sekarang, tinggal penyelesaian akhir (finishing)," ujar Rano.
Pembangunan Waduk Aseni menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah barat ibu kota. Selain itu, proyek ini juga dirancang untuk menambah ruang terbuka biru dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Waduk Aseni memiliki luas total mencapai 4,47 hektare. Dari total luasan tersebut, badan air mencakup area 1,7 hektare dengan kedalaman rata-rata empat meter.
Sementara itu, area kering di sekitar waduk mencapai 2,7 hektare. Area ini dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga sekitar.
Dari sisi kapasitas, Waduk Aseni mampu menampung hingga 69.600 meter kubik air. Dengan daya tampung tersebut, waduk ini diproyeksikan dapat mereduksi potensi banjir di kawasan sekitarnya hingga 13,1 persen.
Rano menilai keberadaan waduk ini akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kalideres. Ia menyebut Waduk Aseni bukan hanya infrastruktur teknis, tetapi juga aset publik.
"Ini akan menjadi tempat yang sangat baik. Warga setempat bisa memanfaatkannya," kata Rano.
Selain berfungsi sebagai kolam retensi air hujan, Waduk Aseni juga disiapkan sebagai alternatif sumber air baku. Air yang tertampung dapat dimanfaatkan dalam sistem pengelolaan air perkotaan.
Keberadaan waduk ini juga berperan dalam mengurangi debit aliran Kali Semanan. Dengan pengendalian debit tersebut, risiko genangan di wilayah hilir diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Di kawasan Waduk Aseni, Pemprov DKI juga membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan sekitar.
IPAL Waduk Aseni ditargetkan melayani sekitar 2.260 jiwa. Kapasitas pengolahan limbah mencapai sekitar 470 meter kubik per hari.
Air limbah yang diolah berasal dari drainase kawasan sekitar waduk. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas air permukaan.
Dari sisi fasilitas publik, Waduk Aseni juga dilengkapi berbagai sarana pendukung. Pemprov DKI membangun balai warga sebagai ruang kegiatan sosial masyarakat.
Selain itu, tersedia fasilitas toilet umum dan musala. Area bermain anak juga disiapkan agar waduk dapat menjadi ruang rekreasi keluarga.
Di bagian tengah kawasan, dibangun sunken plaza sebagai area duduk dan ruang interaksi publik. Konsep ini dirancang untuk menciptakan ruang terbuka yang nyaman dan inklusif.
Rano menegaskan Waduk Aseni memiliki fungsi ganda. Selain sebagai infrastruktur pengendalian banjir, kawasan ini juga diposisikan sebagai ruang publik terpadu.
"Tujuan utamanya pengendalian banjir yang dilengkapi dengan ruang publik. Karena itu, fasilitas ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan warga," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut. Menurutnya, keberlanjutan manfaat waduk sangat bergantung pada kesadaran kolektif warga.
Rano meminta agar warga turut menjaga kebersihan dan keamanan kawasan waduk. Hal ini dinilai penting agar fungsi lingkungan dan sosial Waduk Aseni tetap optimal dalam jangka panjang.
Pembangunan Waduk Aseni menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas jaringan tampungan air. Proyek ini melengkapi waduk dan embung lain yang telah dibangun di berbagai wilayah Jakarta.
Pemprov DKI menargetkan penguatan sistem pengendalian banjir dilakukan secara terintegrasi. Pendekatan ini mencakup pembangunan waduk, rumah pompa, normalisasi saluran, serta penguatan drainase lingkungan.
Dengan selesainya Waduk Aseni pada Maret 2026, Pemprov DKI berharap kawasan Kalideres dan sekitarnya memiliki perlindungan yang lebih kuat dari risiko genangan. Di sisi lain, warga juga mendapatkan ruang publik baru yang lebih layak dan ramah lingkungan.
- Banjir
- infrastruktur
- Banjir Jakarta
- Infrastruktur Air
- Pemprov DKI Jakarta
- Antisipasi Banjir
- Pengendalian Banjir
- Kalideres
- Ruang Terbuka Biru
- Atasi Bencana Banjir
- Waduk Aseni Kalideres
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.