Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Lapangan Aljazair ke Tanah Air

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 22:39 WIB | Oleh:
 Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Lapangan Aljazair ke Tanah Air Doc: istimewa
Ket. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memberikan sambutan dan berdiskusi secara daring dengan Perwira Pertamina di Aljazair dan Kilang Cilacap, saat acara Seremonial Bring Barrels Home yang diselenggarakan di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Sabtu (31/01/2026).

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan merealisasikan pengiriman 1 juta Barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, menuju Indonesia. Hal ini ditandai dengan suksesnya MT Spyros bersandar di Samudra Indonesia, atau tepatnya di perairan  selatan Cilacap.

Minyak mentah tersebut, berasal dari Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikelola oleh Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina. 

Pengapalan minyak mentah ini menjadi bukti solidnya kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara.

Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair ini menuntaskan pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025, sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses unloading. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room RU IV Cilacap, memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi. Kehadiran kapal ini menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah secara andal dan profesional.

Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan pentingnya pengiriman minyak mentah ini sebagai babak baru operasi Pertamina di wilayah Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional 25 tahun ke depan.

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta.

Simon menekankan pentingnya semangat kolaborasi antar-entitas untuk memperkuat operasional dan mencapai target bersama. Menurutnya, pengapalan minyak mentah ini mencerminkan adanya sinergi antar entitas di tubuh Pertamina, melibatkan PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana proses pengapalan, dan Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.

“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.
 
Pada kesempatan tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa kesuksesan perjalanan minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia tidak lepas dari keringat dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi dan berbakti kepada Tanah Air. 

“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan keseriusan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

“Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” pungkas Iriawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.