- Home
-
- Megapolitan
-
- DPRD DKI Desak Pengerukan ...
DPRD DKI Desak Pengerukan Sungai Jalan Terus, Target Kedalaman 5 Meter Demi Cegah Banjir
Minggu, 01 Feb 2026, 23:10 WIBJAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pengerukan sungai dan saluran air secara konsisten sepanjang tahun. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat kesiapsiagaan Jakarta dalam menghadapi ancaman banjir yang terus berulang.
Khoirudin menegaskan penanganan banjir tidak boleh dilakukan secara musiman. Ia menyebut sedimentasi lumpur terus terjadi di 13 aliran sungai yang melintasi wilayah Jakarta, sehingga pengerukan harus menjadi agenda rutin dan berkelanjutan.
Menurutnya, kebiasaan melakukan pengerukan hanya menjelang musim hujan tidak cukup untuk mengatasi persoalan daya tampung air. Endapan lumpur yang dibiarkan menumpuk dapat mengurangi kedalaman sungai dan memperbesar risiko luapan saat curah hujan tinggi.
"Kan ada endapan lumpur, ini harus dikeruk setiap saat," ujar Khoirudin, Jumat (30/1).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan pengerukan rutin bertujuan menjaga kapasitas tampungan air tetap optimal. Ia menargetkan kedalaman sungai ideal berada di kisaran lima meter agar aliran air lebih lancar dan tidak mudah meluap.
"Agar kedalaman sungai itu lima meter," kata Khoirudin.
Selain sungai, Khoirudin juga menyoroti kondisi saluran penghubung atau drainase yang jumlahnya mencapai sekitar 500 titik di Jakarta. Menurut dia, saluran-saluran ini memiliki peran strategis dalam mengalirkan air dari permukiman menuju sungai utama.
Ia meminta agar pengerukan pada saluran penghubung juga dilakukan secara rutin tanpa menunggu kondisi darurat. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah penyumbatan akibat lumpur dan sampah yang kerap menjadi pemicu genangan di kawasan padat penduduk.
"Saya ingin ini juga dikeruk setiap saat," tutur Khoirudin.
Khoirudin menilai perawatan sungai dan saluran air yang berkelanjutan akan memberikan dampak signifikan dalam menekan potensi banjir. Baik banjir yang bersumber dari hujan lokal, kiriman air dari daerah hulu, maupun limpasan air laut atau rob, semuanya dapat diminimalisir dengan sistem drainase yang terjaga.
Ia juga mendorong agar Pemprov DKI memiliki jadwal pengerukan yang terstruktur dan terukur, sehingga pelaksanaan di lapangan tidak bersifat reaktif. Dengan perencanaan yang matang, pengerukan dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah rawan banjir.
Menurut Khoirudin, langkah preventif semacam ini lebih efektif dibandingkan penanganan darurat yang biasanya memakan biaya lebih besar dan berdampak langsung pada aktivitas warga. Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi prioritas dalam program pengendalian banjir Jakarta.
"Semua bisa kita minimalisir dampaknya ke masyarakat," pungkas Khoirudin.
- drainase
- Infrastruktur Air
- DPRD DKI Jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
- Antisipasi Banjir
- Pengendalian Banjir
- Mitigasi Banjir
- pengerukan kali
- Atasi Bencana Banjir
- Pengerukan Sungai
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.