Bermitra dengan Kadin Indonesia, SCMP Hadirkan China Conference Southeast Asia 2026
Minggu, 01 Feb 2026, 09:28 WIBJAKARTA - South China Morning Post (SCMP), bekerja sama dengan Kadin Indonesia mengumumkan penyelenggaraan China Conference: Southeast Asia 2026 yang akan berlangsung pada 10 Februari 2026 di The St. Regis Jakarta, Indonesia.
Konferensi mendatang ini menandai pertama kalinya acara tersebut digelar di Indonesia, sekaligus menegaskan semakin pentingnya peran strategis Indonesia dalam wacana regional dan global.
Zuraidah Ibrahim, Executive Managing Editor South China Morning Post, menyoroti perankrusial jurnalisme yang terpercaya dan independen dalam menghadapi lanskap geopolitik dan ekonomi global yang bergerak sangat cepat.
âSeiring dinamika global yang terus bergerak cepat, keberadaan jurnalisme yang kredibel serta dialog yang berbasis informasi menjadi semakin penting. Melalui China Conference Southeast Asia, SCMP menyediakan ruang bagi para pemimpin di bidang pemerintahan, bisnis, dan investasi untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam mengenai berbagai faktor yang membentuk masa depan regional.
âKami telah menyiapkan beragam agenda yang membahas isu-isu paling relevan saat ini, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, termasuk dari Indonesia sebagai tuan rumah, Tiongkok, dan kawasan sekitarnya. Kami memperkirakan sekitar 500 peserta akan hadir, dengan separuh berasal dari luar Indonesia. Hal ini mencerminkan kuatnya minat global terhadap potensi yang ditawarkan Indonesia,â ujar Zuraidah di Jakarta, akhir pekan lalu.
 Ia menambahkan seiring dengan meningkatnya peran Tiongkok sebagai salah satu sumber utama investasi asing langsung ke Indonesia, dengan nilai investasi lebih dari 18 miliar dolar AS pada tahun 2025, nota kesepahaman yang ditandatangani oleh South China Morning Post dan Kadin Indonesia mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi jangka panjang. Penyelenggaraan konferensi ini merupakan bagian dari hasil konkret kerja sama tersebut.
Mewakili Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, Coordinating Vice Chairwoman for Human Development, Culture and Sustainable Development at Kadin Indonesia, Chairwoman of APINDO, sekaligus Chief Executive Officer Sintesa Group, memaparkan visi dan misi Kadin Indonesia, peluang yang muncul dari penguatan hubungan IndonesiaâASEAN serta Hong KongâTiongkok Raya, serta arti strategis kolaborasi ini.
âIni merupakan peluang untuk membuka dan memperluas kerjasama investasi dan perdagangan. Potensi penanaman modal lintas sektor masih sangat besar. Di saat yang sama, kita juga perlu menyadari bahwa sekitar 70% bahan baku Indonesia masih berasal dari impor, dengan Tiongkok sebagai salah satu sumber utama, menunjukkan adanya peluang nyata untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok,â katanya.
Konferensi ini akan mengangkat berbagai isu strategis kawasan, termasuk keseimbangan geopolitik, masa depan rantai pasok China+1, konektivitas digital dan permodalan, transisi hijau, serta dialog ekonomi TiongkokâASEAN.
Penyelenggaraan konferensi ini juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik IndonesiaâTiongkok dan menjelang APEC 2026 di Shenzhen.
- Kadin Indonesia
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Musetti Melaju Mulus, Siap Hadapi Fils di Perempat Final Barcelona Open
-
Pertarungan Sengit Fajar/Fikri dan Leo/Bagas
-
Open Ship KRI Bima Suci Ramaikan Kartika Jala Krida 2026, Libatkan 23 Negara
-
Warga Bandung Sambut Aktifnya Kembali Bandara Husein Sastranegara
-
Desember Ramai Diskon, Tapi Dompet Warga Masih Ngerem, Daya Beli Masyarakat Loyo?
-
Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik Awal 2026
-
Menara Keagungan Limboto Bersolek, Dispar Gorontalo Kebut Penataan Jelang Penas Tani dan Nelayan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.