- Home
-
- Megapolitan
-
- Bagaimana Gubernur Jakarta...
Bagaimana Gubernur Jakarta, Banjir Kok Makin Meluas, Mana Hasil Penanganan?
Jumat, 30 Jan 2026, 01:30 WIBJAKARTA â Selama Januari dan mungkin juga bakal terjadi hingga Februai nanti, warga Jakarta terus dipusingkan dengan banjir yang selalu melingkungi. Mana hasil penanganan banjir oleh Pemprov Jakarta? Mungkin perlu evaluasi total cara penanganan karena hasilnya tidak tampak. Paling-paling hanya mengandalkan rekayasa cuaca.
Lalu bagaimana caramenangani banjir Jakarta ini? Pengamat kebijakan public, Trubus Rahardiansyah, mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta perlu membenahi sistem drainase sekaligus memperkuat kolaborasi lintas daerah untuk mengurangi risiko banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota. "Dari tahun ke tahun malah tambah banyak titik-titik banjir. Daerah-daerah yang dulu tidak banjir, kini akhirnya banjir," ujar Trubus di Jakarta, Kamis.
Trubus menilai penanganan banjir selama ini belum efektif karena masih kerap menyalahkan faktor alam. Banjir di Jakarta berasal dari rob di pesisir utara, curah hujan tinggi, serta banjir kiriman dari wilayah penyangga. "Permukaan tanah Jakarta juga turun, karena pembangunan infrastruktur yang masif, jadi permukaan tanah turun. Nah karena turun akhirnya airnya mengenang," katanya.
Ia juga menyoroti kondisi saluran air yang belum memadai, terlebih untuk menampung debit air yang tinggi ketika curah hujan tinggi atau saat ada banjir kiriman. "Drainase di Jakarta ini tidak dirancang untuk menampung air yang debitnya tinggi. Gorong-gorongnya juga kecil-kecil, akhirnya airnya tidak tertampung," ujarnya.
Adapun terkait upaya modifikasi cuaca, Trubus menilai langkah tersebut hanya bersifat jangka pendek dan cenderung boros anggaran. Menurut dia, Pemprov DKI perlu memperkuat koordinasi dengan daerah penyangga serta terus membangun area resapan. Ia pun mendorong Pemerintah Provinsi (Pempro DKI Jakarta membangun situ, waduk dan kawasan resapan air serta memperkuat koordinasi dengan daerah penyangga. "Situ-situ itu dikembalikan lagi fungsinya," ujarnya.
Di sisi lain, Trubus juga menyoroti perlunya kebijakan untuk menekan penurunan muka tanah. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), rata-rata penurunan tanah di Jakarta bagian utara terjadi sekitar 3,5 cm per tahun yang berkontribusi meningkatkan risiko banjir Jakarta hingga lebih dari 40 persen. "Pembenahan sistem drainase dan kolaborasi lintas daerah menjadi kunci agar banjir dapat ditekan," kata Trubus.
Berikut Titik-titik Banjir Kemarin
Daan Mogot
Kemacetan lalu lintas yang parah saat banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis, disebabkan banyaknya sepeda motor yang melawan arus. "Yang bikin macet karena motor banyak melawan arah," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Natasha Yudhasoka saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Menurut Natasha, para pengendara roda dua melawan arus untuk menghindari banjir. Namun nyatanya, dua jalur Jalan Daan Mogot sama-sama tergenang. Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak Rabu (28/1) malam hingga Kamis (29/1) dini hari menyebabkan Kali Mookervart meluap.
Banjir pun menggenang di kedua jalur, baik dari arah Cengkareng menuju Grogol dekat Samsat Jakarta Barat, maupun sebaliknya, dari arah Grogol menuju Cengkareng. Genangan setinggi 30 sentimeter (cm) merendam area dekat Halte Jembatan Gantung, sementara di sekitar Halte Transjakarta Taman Kota, ketinggian air mencapai 15 cm.
Akibat genangan tersebut, kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus menghindari sisi jalan terdalam. Namun karena ramainya volume kendaraan, terjadi penumpukan di lajur yang lebih rendah. Terutama di depan Apartemen Victoria, pemotor beramai-ramai melawan arus dengan mengambil jalur busway arah Grogol. Di jalur sebelahnya, antrean kendaraan telah memanjang sekitar 5,5 kilometer (km) dari Halte Pulo Nangka hingga area dekat Gedung Mayora, Kalideres.
Tubagus Angke
Ruas Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, kembali tergenang banjir usai hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut Kamis siang. Banjir setinggi 20-30 sentimeter menggenangi dua lajur, baik arah Jalan Daan Mogot menuju Tambora maupun arah sebaliknya. Pengendara sepeda motor pun terpaksa melintas di sisi jalan yang lebih tinggi untuk menghindari mogok akibat mesin kemasukan air.
Rumah pompa milik Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air Jakarta Barat pun dioperasikan untuk menyedot air dari Jalan Tubagus Angke menuju Kali Angke yang berada di sebelah jalan. Adanya kemacetan membuat lalu lintas tersendat karena banyaknya truk yang melaju secara perlahan. Menurut warga, kawasan tersebut memang langganan banjir.
"Di sini emang langganan banjir. Kamis pagi banjir, terus surut. Nah siang hujan, langsung banjir lagi," ujar Hamid (38), seorang tukang parkir di ruko Jalan Tubagus Angke, Kamis. Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan yang menuju ke permukiman. Salah satunya di sepanjang Jalan Jelambar III yang terendam dengan ketinggian 20 cm.
Cipinang
Banjir kembali merendam permukiman warga di RW 04 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, akibat luapan Kali Sunter, Kamis. "Iya banjir dari pagi pukul 04.30 WIB, karena ada luapan Kali Sunter. Jadi air cepat tinggi," kata salah satu warga Cipinang Melayu, Mariam (60) di Jakarta Timur, Kamis.
Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai hingga 120 sentimeter (cm). Air dengan cepat naik hingga setinggi 120-130 cm. "Di dalam sedada saya, kalau di luar seleher bawah, ya sekitar 120-130 sentimeter," ujar Mariam. Menurut Mariam, banjir di wilayahnya sudah menjadi langganan setiap kali hujan. Luapan air diduga berasal dari kiriman air dari wilayah Bogor yang menyebabkan Kali Sunter meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian 30 cm hingga 1,5 meter. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Bantai Rival Papan Atas 5-0, Leipzig Kirim Pesan Teror ke Puncak Klasemen Bundesliga
-
Tiket Masuk Kawasan Wisata Cibodas Gratis
-
Pembersihan material pascabanjir bandang di Demak
-
Kali Cijayanti Meluap, Ratusan Rumah Warga Babakanmadang Bogor Terendam Banjir
-
Serie A Italia: Misi Hindari Degradasi Warnai Laga Fiorentina kontra Pisa
-
Banjir Bandang Kembali Landa Desa Jamali, Cianjur, 15 Rumah Rusak Berat dan 15 Rumah Lain Rusak Sedang
-
Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Situbondo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.