• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Studi: Anak Bilingual Ungg...

Studi: Anak Bilingual Unggul Secara Akademik dan Lebih Baik dalam Memecahkan Masalah

Kamis, 29 Jan 2026, 19:45 WIB

JAKARTA — Sebuah studi yang melibatkan 250 siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa sekitar 68% siswa dalam program pendidikan dwibahasa (bilingual) memperoleh nilai di atas 70 pada mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa kedua. Selain itu, sekitar 60% siswa juga mencatatkan hasil baik pada mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa ibu.

Tak hanya berdampak pada capaian akademik, kemampuan bilingual juga berkontribusi terhadap perkembangan berpikir kritis, kemampuan analisis, serta fungsi kognitif anak. Pendidikan bilingual dinilai dapat meningkatkan critical thinking, problem-solving skills, dan memory retention, sebagaimana dilaporkan dalam riset Eniola, Johnson, dan West Barnabas (2023) berjudul The Power of Bilingual Education: Boosting Academic Success and Language Mastery.

Ket. Foto: Ilustrasi anak bilingual. Studi terhadap 250 siswa SD menunjukkan anak bilingual memiliki prestasi akademik lebih baik serta kemampuan berpikir kritis, memori, dan pemecahan masalah yang lebih unggul dibanding anak monolingual. — Sumber: WonderMind

Dibandingkan dengan anak yang tumbuh dalam lingkungan monolingual, paparan terhadap dua sistem bahasa melatih otak anak bilingual untuk bekerja lebih efisien, terutama dalam hal fokus, daya ingat, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Penguasaan dua bahasa bukan hanya mengasah kemampuan komunikasi, tetapi juga membangun fondasi akademik yang kuat,” ujar Jessie Su, Academic Director WonderMind, dalam siaran pers, Kamis (29/1).

Salah satu dampak utama kemampuan dwibahasa adalah peningkatan fungsi kognitif dalam mengatur perhatian, mengingat informasi, serta menyelesaikan persoalan. Anak bilingual terbiasa memilih dan menyesuaikan bahasa sesuai konteks, sehingga otak mereka terlatih untuk bekerja lebih fleksibel dan efisien. Hal ini sejalan dengan laporan Bialystok (2018) dalam studi Bilingual Education for Young Children: Review of the Effects and Consequences.

“Dengan literasi yang baik, anak menjadi lebih siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik secara akademik maupun mental,” tambah Jessie.

Meski demikian, penerapan pendidikan bilingual tetap menghadapi sejumlah tantangan. Dukungan lingkungan belajar yang tepat—mulai dari kurikulum yang terstruktur, guru yang kompeten, hingga keterlibatan aktif orang tua—memegang peran penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Hal ini ditegaskan dalam penelitian Koşkulu-Sancar dkk. (2025) berjudul Effects of Bilingualism on Foreign Language Learning During Kindergarten Years: Investigating Underlying Mechanisms yang dimuat dalam jurnal Bilingualism: Language and Cognition.

Lantas, apakah anak perlu mengikuti kursus bahasa asing? Pertanyaan ini dijawab oleh Elon Han, Chief Executive Officer WonderMind.

“Misi kami adalah membantu anak-anak Indonesia mencapai potensi terbaik mereka,” ujarnya. “Melalui riset, kami melihat pentingnya kompetensi bahasa Inggris dan Mandarin bagi anak Indonesia, terutama jika didukung oleh kursus berkualitas.”

Ia menambahkan bahwa sistem pengajaran yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anak menjadi peran penting orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Oleh karena itu, kami merancang kurikulum kelas dunia yang disesuaikan untuk anak Indonesia. Metode yang tepat akan membantu mereka meraih mimpi di masa depan. Ukurannya adalah hasil yang nyata,” pungkas Elon.

  • anak bilingual
  • pendidikan bilingual
  • manfaat bilingual
  • perkembangan kognitif anak
  • critical thinking anak
  • problem solving anak
  • WonderMind

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.