SPPG Purwosari Minta Maaf dan Tanggung Jawab Dugaan Keracunan MBG, Patut Diapresiasi
Kamis, 29 Jan 2026, 19:42 WIBKUDUS, JAWA TENGAH - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dugaan keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan sedikitnya 118 siswa harus menjalani perawatan.
"Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak," kata Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam menanggapi banyaknya siswa yang menjalani perawatan karena mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus, Kamis (29/1).
Ia juga meminta maaf atas kejadian ini dan masyarakat diminta bersabar serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Ia menjelaskan kejadian bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menginformasikan adanya sejumlah siswa mengalami diare, bahkan satu di antaranya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Saya ditelepon pihak PIC (Person in Charge) atau penanggung jawab MBG sekolah SMA 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare, ada yang ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, dia bersama staf, akuntan, ahli gizi, dan asisten laboratorium langsung mendatangi sekolah untuk melakukan verifikasi. Menu MBG yang dikonsumsi saat itu adalah soto ayam suwir lengkap dengan tempe dan tauge.
"Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu soto ayam suwir. Pada kesempatan itu saya juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan bertanggung jawab, termasuk membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD," ujarnya.
SPPG Purwosari juga menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas, serta beberapa siswa selama hampir setengah jam. Namun, setelah audiensi, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut terus bertambah hingga petugas puskesmas dan ambulans datang ke sekolah.
"Awalnya hanya beberapa siswa, tapi kemudian semakin banyak yang berdatangan ke unit kesehatan sekolah (UKS). Pihak puskesmas juga turun langsung ke sekolah," ujarnya.
Terkait penyebab pasti kejadian tersebut, Nasihul menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG, sehingga belum bisa menyimpulkan penyebabnya.
Ia menambahkan dari sisi kandungan gizi, menu MBG untuk tingkat SMA disesuaikan dengan standar, yakni energi sebesar 680,4 gram, lemak 26,8 gram, protein 33,2 gram, dan karbohidrat 78,7 gram. Serta dilengkapi sambal kecap, berbeda dengan menu SD.
Saat ini, SPPG Purwosari melayani 13 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan.
Hingga Kamis (29/1) sore, tercatat jumlah siswa maupun guru dan tenaga kependidikan SMA 2 Kudus yang harus menjalani perawatan di tujuh rumah sakit mencapai 118 orang.
Ketujuh rumah sakit tersebut, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah. Ant
- Kasus Keracunan Program MBG
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Lakukan Pencegahan untuk Antisipasi Super Flu
-
BPS: Harga Bawang Merah di Atas Harga Acuan Penjualan
-
Kapolda Jabar Tinjau Pospam Nataru KM 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek
-
Curry Panas di Babak Kedua, Butler Bersinar Saat Warriors Tundukkan Knicks
-
Keberadaan Siklon Tropis Nokaen Memicu Hujan dan Gelombang Laut Tinggi
-
Keracunan MBG di Aceh Selatan, Satgas Ungkap Disebabkan Kontaminasi Bakteri
-
72 Siswa Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur, BGN Diminta Dengarkan Kekhawatiran Anak dan Orang Tua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.