Gorontalo Kembali Hadirkan Program Rumah Sehat
Rabu, 28 Jan 2026, 07:42 WIBGORONTALO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan BKKBN, kembali mewujudkan program rumah sehat atau disebut dalam bahasa daerah 'Bele Moâosehati'.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Gorontalo, Selasa (27/1) mengatakan program tersebut kembali hadir di Desa Talulobotu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Program yang digagas secara kolaboratif oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BKKBN dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo tersebut.
Idah mengatakan Bele Moâosehati merupakan program yang telah dirintis sejak dua tahun lalu.
Peluncuran kali ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Gizi Nasional, sekaligus menjadi bagian dari penguatan upaya percepatan penanganan permasalahan gizi di tingkat desa melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya Bele Moâosehati memiliki makna yang sangat mendalam.
Bele tidak hanya dimaknai sebagai rumah dalam arti fisik, tetapi juga sebagai ruang kepedulian, ruang edukasi dan ruang pendampingan bagi keluarga.
Sementara Moâosehati mencerminkan ikhtiar bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat, kuat dan berdaya.
Menurut Wakil Gubernur, pelaksanaan program secara bersama-sama akan memberikan dampak yang jauh lebih optimal dibandingkan jika dilakukan secara parsial.
Hal tersebut diperkuat dengan dukungan penuh dari Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Talulobotu Selatan, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah desa dalam mendukung program tersebut.
âDengan dukungan ini, Bele Moâosehati diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,â kata Idah.
Ia menegaskan program Bele Moâosehati diharapkan dapat diterapkan di seluruh 724 desa di Provinsi Gorontalo.
Tujuannya adalah agar setiap desa memiliki mekanisme penanganan yang cepat dan tepat apabila ditemukan anak dengan gizi buruk maupun stunting.
Melalui kehadiran Bele Moâosehati, anak-anak yang memerlukan intervensi kesehatan dapat segera mendapatkan penanganan yang sesuai.
âKeunggulan program ini terletak pada keterlibatan orang tua asuh yang berasal dari kalangan dokter anggota IDI, sehingga proses pendampingan dan intervensi yang dilakukan benar-benar berbasis keahlian dan profesionalisme. Dengan demikian, penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,â katanya pula.
Idah juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan gizi dan stunting. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga pemerintah desa.
Peresmian Bele Moâosehati turut dihadiri Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Gorontalo Dr dr Muhammad Isman Jusuf, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi bersama jajaran, Kepala perwakilan BKKBN bersama jajaran, perwakilan dokter serta seluruh keluarga penerima manfaat.
- Gorontalo
- rumah sehat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Wagub DKI Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema
-
AHY Dorong Pemulihan Mangrove sebagai Bagian dari Pembangunan Hijau
-
Libur Akhir Pekan di Jakarta, Ini Rekomendasi Tempat Seru yang Bisa Dikunjungi!
-
DBD Merajarela di Pakistan
-
Babak Baru Energi Hijau: Danantara Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek PSEL Dimulai Akhir Oktober
-
Inspektorat Jayawijaya Dorong Perbaikan Keuangan 26 OPD guna Raih WTP
-
Gebrakan Alwi Farhan di Inggris, Timnas Bulu Tangkis Indonesia Langsung "Sikat" Latihan di Milton Keynes
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.