Australia Open: Dari Ambang Kekalahan Lolos ke Semifinal, Djokovic Akui Perlu Meningkatkan Performa

Rabu, 28 Jan 2026, 17:37 WIB

MELBOURNE, AUSTRALIA — Novak Djokovic mengakui dirinya “sangat beruntung” bisa melangkah ke semifinal Australia Open dan menegaskan harus tampil jauh lebih baik jika ingin menjaga peluang meraih gelar Grand Slam ke-25. Pengakuan itu disampaikan Djokovic, Rabu (28/1), usai lolos dari ancaman besar di perempat final.

Petenis Serbia itu terselamatkan setelah Lorenzo Musetti terpaksa mundur saat unggul 6-4, 6-3, 1-3. Unggulan kelima asal Italia tersebut mengalami masalah pada bagian atas kaki kanan, yang membuat pergerakannya sangat terbatas meski sempat mendapat perawatan medis.

Ket. Foto: Novak Djokovic bersalaman dengan Lorenzo Musetti usai laga perempat final Australia Open, Rabu (28/1). — Sumber: AFP

Keberuntungan besar berpihak pada Djokovic, juara 10 kali di Melbourne Park, yang tampil jauh dari rapi dengan rentetan kesalahan sendiri. Di semifinal, ia akan menghadapi juara bertahan Jannik Sinner atau unggulan kedelapan asal Amerika Serikat, Ben Shelton, untuk memperebutkan tiket final.

Hasil ini menjaga asa Djokovic untuk meraih gelar mayor ke-25, rekor yang akan memisahkannya dari Margaret Court, sejak gelar terakhirnya di US Open 2023. Namun misi itu kian berat dengan kebangkitan generasi baru seperti Sinner dan Carlos Alcaraz.

“Saya benar-benar merasa kasihan kepadanya. Dia jauh lebih baik, saya sebenarnya sudah hampir pulang malam ini,” kata Djokovic. “Itu pernah terjadi pada saya juga. Dia sepenuhnya mengendalikan pertandingan.”

“Sangat disayangkan. Tidak banyak yang bisa saya katakan. Dia seharusnya menang hari ini, tanpa ragu. Saya sangat beruntung bisa lolos.”

Kemenangan ini juga bermakna historis. Djokovic mencatat kemenangan tunggal ke-103 di Melbourne Park, melewati rekor Roger Federer. Ia sekaligus mencapai semifinal Grand Slam ke-54, memperpanjang rekornya sendiri.

Namun Djokovic tak menutup mata terhadap performanya. “Saya harus bermain lebih baik. Tidak diragukan lagi,” ujarnya. “Jika tubuh saya baik dan permainan saya solid, saya selalu punya peluang.”

“Ini semifinal Grand Slam. Dari sisi kepercayaan diri dan motivasi, itu harus selalu ada. Kalau tidak, untuk apa bertanding?”

Melawan Musetti, tanda-tanda bahaya bagi Djokovic terlihat jelas. Petenis berusia 38 tahun itu menjadi musuh bagi dirinya sendiri, mencatat unforced error yang sangat tinggi, 18 hanya di set pertama dan total 32 sebelum laga berakhir.

Djokovic sempat memulai dengan baik, menahan servis dengan nyaman dan menciptakan tiga peluang break. Musetti yang tampak gugup menyelamatkan dua di antaranya, namun kesalahan forehand membuatnya tertinggal 0-2.

Setelah itu, Musetti menemukan ritme. Serangkaian kesalahan Djokovic membuka jalan bagi break balasan, memulai empat gim beruntun milik petenis Italia yang tampil impresif dengan jangkauan lapangan yang prima.

Musetti nyaris melaju cepat ke keunggulan 5-2, tetapi Djokovic bertahan dalam gim delapan menit yang menegangkan. Upaya itu hanya menunda hasil; Musetti tetap mengamankan set pertama dalam 54 menit dan langsung mematahkan servis Djokovic untuk membuka set kedua.

Djokovic sempat membalas, namun kembali kehilangan fokus dan menyerahkan servis untuk keempat kalinya. Saat ia menyajikan servis untuk bertahan di set kedua, Musetti kembali mematahkan lewat forehand menyilang yang spektakuler, memastikan keunggulan dua set.

Namun momentum itu terhenti. Setelah tertinggal 1-2 di set ketiga, Musetti membutuhkan perawatan medis dan terlihat jelas menahan sakit. Ia mencoba melanjutkan, tetapi akhirnya tak punya pilihan selain menyerah, membuka jalan Djokovic ke semifinal dengan cara yang nyaris tak terduga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.