Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag Nasaruddin Umar Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia

📅 Senin, 26 Jan 2026, 19:10 WIB | Oleh:
Menag Nasaruddin Umar Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia Doc: antara foto
Ket. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Ketua Wisma Sangha Theravada Indonesia Bhante Dhammasubho Mahathera saat mengukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Jakarta, Senin (26/1).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Jakarta, Senin (26/1), sebagai langkah bersama dalam memperkuat praktik moderasi beragama di Indonesia.

Menag mengatakan kehadiran Rumah Moderasi Beragama di Sangha Theravada diharapkan menjadi pusat praktik spiritual yang mengajak umat untuk berkontemplasi dan mengendalikan kemelekatan terhadap hal-hal duniawi.

“Dunia tanpa kontemplasi itu akan berbahaya. Dunia harus dibimbing oleh dua kekuatan, yakni kekuatan konsentrasi dan kekuatan kontemplasi,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Rumah moderasi beragama ke depan, kata dia, diharapkan melahirkan ajakan kepada umat untuk mengembangkan kemampuan mencegah kemelekatan pada satu objek tertentu.

“Kemelekatan itu adalah awal dari sebuah kegagalan. Kalau kita melekat pada uang, materi, dan jabatan,” katanya.

Menurut Menag, Rumah Moderasi Beragama merupakan rumah besar bagi kemanusiaan ini diharapkan berfungsi menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama serta alam.

Di samping itu Menag juga berharap Rumah Moderasi Beragama dapat melahirkan aksi nyata dalam mencintai dan merawat alam, bukan sekadar ruang perdebatan.

“Rumah moderasi ini harus melahirkan tangan-tangan yang menanam pohon, bukan hanya yang pintar berdebat. Jika Penciptanya sakral, maka alam ciptaan-Nya juga harus disakralkan,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Ketua Wisma Sangha Theravada Indonesia Bhante Dhammasubho Mahathera mengatakan kehadiran Rumah Moderasi diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi dan sambung rasa antar-umat beragama di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Bhante Dhammasubho menilai perkembangan teknologi komunikasi yang pesat saat ini membawa dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi jarak antar-manusia terasa semakin dekat, namun di sisi lain hubungan batin antar-jiwa justru semakin menjauh.

“Belakangan ini kita merasakan bahwa teknologi membuat jarak antar-jagat semakin dekat, tetapi hubungan antar-jiwa semakin jauh,” ujar Bhante Dhammasubho.

Melalui Rumah Moderasi, kata dia, diharapkan masyarakat dapat kembali mendekatkan hubungan antar-jiwa dengan membangun perjumpaan yang nyata antar-umat beragama. Menurutnya, sikap saling mengenal menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis.

Ia juga berharap Rumah Moderasi dapat menjadi ruang pertemuan yang hidup, tidak hanya sebagai tempat bertemu secara fisik, tetapi juga sebagai wadah dialog dan kerja bersama.

“Agama-agama harus saling mengenal satu dengan yang lain. Kalau kita tidak pernah bertemu, kita tidak bisa mengenal satu dengan yang lain,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.