KKP Mulai Proyek Raksasa: 1.500 Kapal Ikan Dibangun Bertahap Mulai 2026

Senin, 26 Jan 2026, 17:05 WIB

JAKARTA – Sektor perikanan nasional sedang fokus meningkatkan produktivitasnya, dari nelayan tradisional hingga usaha budidaya modern.

Pendekatan ini tidak hanya soal menangkap lebih banyak ikan, tapi juga memperbaiki rantai pasok, teknologi penangkapan, dan kualitas hasil laut.

Ket. Foto: Ilustrasi - Nelayan memperbaiki alat tangkap pukat seusai pulang melaut di dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Banda Aceh, Aceh, Rabu (29/10/2025). — Sumber: ANTARA/ Ampelsa

Dengan dukungan infrastruktur, akses pembiayaan, dan pelatihan, peluang bagi nelayan dan pelaku UMKM perikanan untuk berkembang makin terbuka.

Strategi ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pesisir sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan rencana pembangunan 1.500 kapal tangkap ikan untuk nelayan akan dimulai secara bertahap mulai tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta mengatakan dari total 1.582 kapal yang akan dibangun, 1.000 di antaranya berkapasitas 30 gross ton (GT).

“30 GT ini nanti rencananya akan dibagi di Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Nyoman ditemui di Jakarta, Senin (26/1).

Ia menambahkan tahapan pembangunan kapal dimulai tahun ini dengan beberapa unit yang sudah mulai direalisasikan, kemudian berlanjut secara bertahap pada 2027 hingga 2028. Ia menyebut seluruh kapal dipastikan diproduksi di dalam negeri.

Ia menegaskan, KKP terus mempersiapkan awak kapal dengan berbagai program pelatihan agar mampu mengoperasikan kapal-kapal baru secara optimal.

Menurutnya, awak kapal tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah perikanan, tetapi juga dari masyarakat pesisir di Kampung Nelayan Merah Putih.

Rencana besar pembangunan kapal ini telah mendapat dukungan internasional.

Dalam kunjungan kenegaraan ke London, Selasa (20/1), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris mendukung penuh rencana Indonesia membangun 1.500 kapal tangkap ikan melalui kerja sama maritim dua negara.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pertemuan bilateral di Kantor PM Inggris, 10 Downing Street.

“Mereka akan dukung rencana kita membangun 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu," kata Presiden.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan proyek pembangunan kapal nelayan ini diperkirakan mampu menyerap 600 ribu tenaga kerja di Indonesia.

Jumlah tersebut mencakup sekitar 30 ribu awak kapal, termasuk di antaranya 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan.

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
  • kapal tangkap ikan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.