Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Gibran Soroti Dugaan Alih Fungsi Lahan di Balik Longsor Cisarua

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 16:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Gibran Soroti Dugaan Alih Fungsi Lahan di Balik Longsor Cisarua Doc: Antara
Ket. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1).

Bandung Barat - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah daerah mengusut persoalan alih fungsi lahan yang diduga menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak,” ujar Gibran saat meninjau lokasi bencana di Bandung Barat, Minggu (25/1).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres memberikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh unsur terkait agar turun langsung ke lapangan dan melakukan pendampingan intensif kepada masyarakat terdampak.

“Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim yang di lapangan dapat bekerja dengan baik,” katanya kepada warga.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, serta layanan kesehatan harus dilakukan secara optimal, bersamaan dengan langkah antisipatif untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

Terkait rencana relokasi, Gibran meminta agar proses sosialisasi dilakukan dengan baik serta lokasi hunian sementara tidak terlalu jauh dari tempat asal maupun sumber mata pencaharian warga.

“Untuk lansia dan ibu menyusui agar diberikan atensi khusus, yang sakit juga harus diperhatikan, dan bantuan dipastikan tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor penyebab longsor yang menerjang Desa Pasirlangu.

“Sudah bisa dilihat sekeliling ini kebun. Kebunnya pakai plastik, tanamnya pakai plastik, dan di atasnya kebunnya sudah naik ke puncak. Kita sudah bisa melihat faktornya apa,” kata Dedi.

Ia menambahkan pemerintah provinsi berencana merelokasi seluruh hunian di kawasan terdampak dan area tersebut selanjutnya akan dikembalikan ke fungsi awal sebagai kawasan hutan.

“Warga di sekitar ini segera direlokasi dan ini dihutankan karena potensi terjadi lagi sangat tinggi dan di sekitar sini sudah mencemaskan kalau menurut saya,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.