Pemkot Tangerang Perkuat Pos Gizi demi Cegah “Stunting” di 104 Kelurahan
Rabu, 04 Nov 2026, 15:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN
TANGERANG - Upaya mencegah stunting tidak hanya dilakukan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat program Pos Gizi yang tersebar di 104 kelurahan untuk mendeteksi masalah gizi sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa Pos Gizi menjadi salah satu bentuk intervensi untuk meningkatkan status gizi balita yang terindikasi mengalami berat badan kurang atau underweight. Program ini dijalankan melalui posyandu dengan pendekatan pemantauan, edukasi, dan intervensi gizi secara intensif.
“Pos Gizi adalah langkah nyata untuk meningkatkan status gizi balita yang terindikasi gizi kurang sebelum mereka jatuh ke kondisi stunting. Ini bukan hanya tempat menimbang, tapi tempat edukasi dan intervensi gizi intensif,” ungkap dr Dini.
Dalam pelaksanaannya, Pos Gizi menyediakan sejumlah layanan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi pola asuh dan gizi, hingga deteksi dini serta rujukan bagi balita yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Penguatan layanan tersebut menjadi penting karena pencegahan stunting perlu dilakukan sejak awal kehidupan anak. Pemantauan pertumbuhan secara berkala membantu tenaga kesehatan dan kader mengenali risiko masalah gizi lebih cepat, sehingga intervensi dapat diberikan sesuai kondisi masing-masing anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
”Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,4 persen. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemkot Tangerang tetap memprioritaskan pencegahan agar tidak muncul kasus stunting baru,” tutur dr Dini.
“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai intervensi sudah bergeser ke arah pencegahan, dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia balita,” imbuh dia.
Selain penguatan Pos Gizi, Dinkes Kota Tangerang juga mengoptimalkan pemantauan tumbuh kembang melalui aplikasi SiData dan e-PPGBM. Pemanfaatan data tersebut membantu petugas memantau kondisi gizi masyarakat dan menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang dibutuhkan.
Dinkes juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan puskesmas melalui program SDIDTK-PMBA, yakni Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang serta Pemberian Makan Bayi dan Anak. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!