Ramadan Lebih Hidup, Pemkot Cirebon Fasilitasi UMKM
Minggu, 25 Jan 2026, 22:20 WIBCIREBON â Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat mulai menyiapkan ruang khusus bagi pelaku UMKM untuk meramaikan suasana Ramadhan 2026.
Terutama bagi penjual kopi dan takjil, pemkot memberi kesempatan berjualan di sejumlah ruas jalan protokol agar aktivitas ekonomi tetap hidup menjelang waktu berbuka.
Langkah ini diharapkan bisa membantu pelaku usaha kecil meraih berkah Ramadhan sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik.
âSelama bulan Ramadhan, pemerintah daerah akan memberikan space pada penggiat kopi, penjual kopi, dan penjual takjil,â kata Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Minggu (25/1).
Ia mengatakan, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk mendorong perputaran ekonomi kerakyatan, khususnya sektor UMKM dan penggiat kopi yang berkembang di Kota Cirebon.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berjualan di kawasan jalan protokol yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan daya tarik aktivitas publik selama Ramadhan.
Ia menjelaskan, ruas jalan protokol yang dimaksud adalah Jalan Siliwangi, yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan sementara selama Ramadhan.
âArea yang dapat digunakan pedagang berada di sepanjang Jalan Siliwangi, mulai dari kawasan Kerucuk hingga Rumah Sakit Sumber Kasih,â katanya.
Untuk waktu operasional pedagang, kata dia, akan diatur berdasarkan jenis usaha agar tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia mencontohkan penjual takjil diperbolehkan berjualan mulai sore hari hingga setelah shalat isya, sedangkan penjual kopi dapat beroperasi setelah shalat tarawih hingga menjelang waktu sahur.
Edo menilai pengaturan tersebut diharapkan mampu menghidupkan suasana Ramadhan di Kota Cirebon, tanpa mengabaikan ketertiban lalu lintas dan kenyamanan warga.
âIni momen yang sangat penting. Saya ingin menjadikan Jalan Siliwangi sebagai ikon baru selama bulan suci Ramadhan,â ujarnya.
Ia juga berharap kawasan tersebut dapat menjadi ruang kreativitas dan aktivitas positif, khususnya bagi kalangan anak muda di Kota Cirebon.
Selain penjual kopi dan takjil, Pemkot Cirebon membuka peluang bagi pelaku UMKM lain yang ingin berjualan hingga waktu sahur.
Namun demikian, Edo menegaskan kebersihan menjadi syarat utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh pedagang.
âSiapa pun yang berjualan di sana wajib menjaga kebersihan. Setelah selesai berdagang, jalan harus kembali bersih seperti semula,â katanya.
Berita Terkait:
-
Cosmobeauté Indonesia 2026 Perluas Kolaborasi Industri Kecantikan
-
Manfaatkan AI, UMKM Indonesia Mulai Perluas Pasar ke Malaysia dan Singapura
-
Etihad Tempuh Konsultasi Hukum Usai Temuan Pelanggaran Finansial Manchester City
-
Bukan Sekadar Parkir! Smart Parking Pangkalpinang Dongkrak PAD hingga Rp15 Miliar
-
Pertamina Patra Niaga Balikpapan Salurkan Bantuan Masker dan Vitamin untuk Masyarakat
-
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Indonesia ke Pasar Global
-
Warga Demak Jangan Asal Pilih Investasi! Ini yang Perlu Diperhatikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.