Pentagon akan Mengurangi Peran Pencegahan terhadap Serangan Korea Utara

Minggu, 25 Jan 2026, 00:02 WIB

WASHINGTON DC - Pentagon memperkirakan akan mengambil peran yang "lebih terbatas" dalam mencegah serangan Korea Utara, dengan Korea Selatan memikul tanggung jawab utama untuk tugas tersebut, demikian menurut dokumen kebijakan Pentagon yang dirilis pada hari Jumat (23/1), sebuah langkah yang kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di Seoul.

Dari The Guardian, Korea Selatan menampung sekitar 28.500 tentara AS dalam pertahanan gabungan melawan ancaman militer Korea Utara dan Seoul telah meningkatkan anggaran pertahanannya sebesar 7,5 persen untuk tahun ini.

Ket. Foto: Dokumen kebijakan AS menyarankan Korea Selatan memikul tanggung jawab utama, karena Pentagon memprioritaskan pertahanan tanah air AS. — Sumber: Istimewa

“Korea Selatan mampu memikul tanggung jawab utama untuk mencegah Korea Utara dengan dukungan AS yang penting namun lebih terbatas,” demikian bunyi Strategi Pertahanan Nasional, sebuah dokumen yang memandu kebijakan Pentagon.

“Pergeseran keseimbangan tanggung jawab ini sejalan dengan kepentingan Amerika dalam memperbarui postur kekuatan AS di Semenanjung Korea,” tambah dokumen tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pejabat AS telah mengisyaratkan keinginan untuk membuat pasukan AS di Korea Selatan lebih fleksibel untuk beroperasi di luar Semenanjung Korea sebagai respons terhadap berbagai ancaman yang lebih luas, seperti mempertahankan Taiwan dan mengendalikan jangkauan militer Tiongkok yang semakin meningkat.

Korea Selatan telah menolak gagasan untuk menggeser peran pasukan AS, tetapi telah berupaya meningkatkan kemampuan pertahanannya dalam 20 tahun terakhir, untuk mengambil alih komando masa perang dari pasukan gabungan AS-Korea Selatan. Korea Selatan memiliki 450.000 tentara.

Dokumen yang komprehensif ini, yang diterbitkan oleh setiap pemerintahan baru, menyatakan bahwa prioritas Pentagon adalah mempertahankan tanah air. Di kawasan Indo-Pasifik, dokumen tersebut menyatakan, Pentagon berfokus pada memastikan Tiongkok tidak dapat mendominasi AS atau sekutunya.

“Hal ini tidak memerlukan perubahan rezim atau perjuangan eksistensial lainnya. Sebaliknya, perdamaian yang layak, dengan syarat yang menguntungkan Amerika tetapi juga dapat diterima dan dijalani oleh Tiongkok, adalah mungkin,” demikian bunyi dokumen tersebut, tanpa menyebut nama Taiwan dalam dokumen setebal sekitar 25 halaman itu.

Tiongkok mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri dan tidak mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk menguasai pulau tersebut. Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.