Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Sembilan Jembatan Aramco-Bailey di Lokasi Bencana Agam

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Sembilan Jembatan Aramco-Bailey di Lokasi Bencana Agam Doc: Antara

Lubuk Basung - Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyelesaikan pembangunan tujuh unit jembatan aramco dan bailey di lokasi bencana hidrometeorologi Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sehingga akses transportasi kembali normal.

Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan jembatan yang telah selesai itu berupa empat unit jembatan aramco dan tiga unit jembatan bailey.

"Keempat jembatan aramco itu sudah selesai dibangun 100 persen. Untuk jembatan bailey, dua unit selesai dibangun 100 persen dan satu unit baru 90 persen yang saat ini tinggal pengecatan," katanya.

Ia mengatakan empat jembatan aramco berada di Kecamatan Tanjung Raya tiga unit dan Malalak satu unit.

Sementara jembatan bailey berada di Sungai Rangeh Kecamatan Tanjung Raya satu unit, Aia Taganang Kecamatan Matur satu unit dan Kubu Sarunai Kecamatan Canduang satu unit.

Pembangunan jembatan melibatkan personel Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ Banyuasin, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 2/Prasada Sakti, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 896/Serumpun Pseko dan Batalyon Teritorial Pembangunan 897/ Singgalang.

"Satu jembatan melibatkan 50 personel dari Batalyon TP dan 20 tim teknis dari Denzipur," katanya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan itu sekitar dua minggu untuk pelaksanaan.

Dengan telah dibangunnya jembatan itu, maka akses transportasi kembali normal untuk membawa hasil pertanian, jalur anak sekolah dan ke daerah lain.

Salah seorang warga Matur Hilia Dahril (38) mengatakan dengan telah selesainya pembangunan jembatan bailey oleh TNI ini, maka masyarakat sangat terbantu.

"Kami sangat terbantu sekali dengan selesainya jembatan ini, karena ini jalan alternatif dari Matua Mudiak menuju Kecamatan Palupuh dan Kota Bukittinggi," katanya.

Ia mengatakan jembatan di Sungai Batang Aia Taganang tersebut rusak berat terbawa arus sungai dampak curah hujan tinggi pada akhir November 2025.

Akibatnya arus lalu lintas menghubungkan Kecamatan Matur menuju Palupuh dan Kota Bukittinggi lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan.

"Agar akses lalu lintas normal, dibangun jembatan darurat dari kayu dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.