Jembatan Gantung Cipalebuh Garut Akses Jalan Baru ke Sekolah dan Sawah

Minggu, 25 Jan 2026, 18:35 WIB

JAKARTA - Kehadiran Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter kini menjadi jalan baru bagi anak-anak menuju sekolah, petani ke sawah, serta warga untuk beribadah dan beraktivitas di kampung sebelah.    

Jembatan itu menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. 

Ket. Foto: Kehadiran Jembatan gantung di antara Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut pada Minggu (25/1) kini menjadi jalan baru bagi anak-anak menuju sekolah, petani ke sawah, serta warga untuk beribadah dan beraktivitas di kampung sebelah. — Sumber: ANTARA/HO-Tim Media Presiden

Kepala Desa Mandala Kasih Iwan Darmawan dalam pernyataan Tim Media Presiden di Jakarta pada Minggu (25/1) menyampaikan jembatan gantung yang dibangun oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menempuh jalur berisiko atau memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. 

“Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mandala Kasih. Jembatan ini penting untuk kepentingan pertanian, perekonomian, kesehatan, dan keagamaan. Bahkan untuk mengurus administrasi ke desa pun jadi lebih cepat, karena sebelumnya harus berjalan hingga tiga kilometer,” ujar Iwan. 

Sebelum jembatan ini dibangun, warga Kampung Baru yang berada di seberang Kampung Punaga Jolok terpaksa menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah maupun mengurus administrasi ke kantor desa. Alternatif lainnya adalah berjalan memutar dengan waktu tempuh sekitar satu jam. 

“Dulu masyarakat saya kalau mau ke sekolah, mengurus administrasi ke desa, dan kegiatan ekonomi benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan dan sangat bermanfaat,” lanjutnya.  

Iwan menjelaskan, warga Kampung Baru dan Kampung Punaga Jolok sempat terisolasi selama hampir dua tahun akibat jembatan lama rusak tersapu banjir. Kondisi material jembatan sebelumnya juga telah keropos akibat korosi, mengingat wilayah Desa Mandala Kasih berada dekat pantai dengan kadar garam udara yang tinggi.

Jembatan gantung yang baru rampung pada awal Januari 2026 ini dibangun dengan material yang lebih kokoh dan posisi yang lebih tinggi dari permukaan banjir. Jembatan ditinggikan sekitar 1,5 meter guna mengantisipasi debit air sungai yang meningkat saat curah hujan tinggi di wilayah hulu seperti Cikajang dan Cisompet. 

“Sekarang jembatan sudah ditinggikan sekitar satu setengah meter. Dulu posisinya lebih rendah,” kata Iwan.  

Atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut, Iwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan, serta Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang telah membantu membuka kembali akses masyarakat. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak. Beribu-ribu terima kasih atas pembangunan jembatan ini. Sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya Desa Mandala Kasih,” ujarnya. 

Ke depan, Iwan berharap jembatan gantung tersebut dapat ditingkatkan menjadi jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Hal ini dinilai penting untuk mempermudah pengangkutan hasil pertanian serta menjadi jalur alternatif saat jalur utama Pameungpeuk mengalami kepadatan, terutama pada musim libur dan hari besar nasional.

“Karena kalau ini jalan bisa permanen, kepentingannya banyak. Kalau ada tahun baru, ada kemacetan, atau hari-hari besar bisa lewat sini juga,” ujarnya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha

Jelang Kompetisi 2026–2027, Madura United Lakukan Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Indonesia-Tiongkok Dorong Penyelesaian Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

Tak Berizin, Kepolisian Resor Bangka Barat Hentikan Tambang Liar Bijih Timah di Kadur

Pemkab Pamekasan Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa-desa Terdampak Kekeringan

Kabar Duka, Sineas Imam Tantowi Meninggal Dunia pada Usia 80 Tahun

BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit

Wujud Kepedulian Sesama, BKKP Berikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif

BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Sabtu (22/8)

Wamenko Bidang Pangan Tinjau Karhutla Kalteng, Simbol Kehadiran Pemerintah

Jangan Lupa Bawa Payung! BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Sabtu

Wamenko Pangan Tinjau Karhutla di Kalteng, Pemerintah Tegaskan Komitmen dalam Tangani Kebakaran

Jangan Cuma di Rumah! Ini 5 Rekomendasi Akhir Pekan di DKI, Ada Pameran Menarik

Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)

Singasari Expo IV Tahun 2026, Momentum Perkuat UMKM & Pelestarian Budaya Badung

Garuda Pertiwi U-16 Pastikan Tiket ke Final Piala Srikandi Merdeka

Rumah Sakit Lapangan Ruteng Beroperasi, Layani Operasi Warga Terdampak Gempa NTT

Sandy Walsh Nyaman Beradaptasi Bersama Persib Bandung

Rektor Unsoed Diduga Terima Rp1 Miliar, Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Maba

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.