Orang Tua dan Anak Beradaptasi dengan PJJ, Cerita Warga di Tengah Banjir Jakarta

Jumat, 23 Jan 2026, 09:50 WIB

JAKARTA – Sejak subuh, Sa’diah tak lepas dari layar gadgetnya, menunggu kabar dari sekolah anak-anaknya. Ibu dua anak ini, yang terbiasa menyiapkan sarapan dan menenangkan si bungsu, kali ini lebih fokus pada notifikasi WhatsApp yang masuk dari wali kelas putrinya di MTsN 1 Jakarta.

Malam sebelumnya, tepatnya Kamis (22/1) pukul 23.00 WIB, dia sudah menerima pesan dari wali kelas putra bungsunya di SD yang memberi tahu bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan diterapkan mulai Jumat, 23 Januari hingga 28 Januari.

Ket. Foto: Ilustrasi - Siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas cuaca ekstrem yang memicu banjir di Jakarta. — Sumber: Koran Jakarta/ M Ismail

Namun, kekhawatiran tetap menghantui Sa’diah. “Sudah jam 05.30 WIB, belum ada informasi dari sekolah kakak,” ujarnya sambil menatap layar ponsel.

Tak berselang lama, pesan dari MTsN akhirnya masuk, memberi kepastian bahwa PJJ juga berlaku di sekolah putri sulungnya. Meski datang sedikit terlambat, informasi itu cukup untuk menenangkan hatinya.

Jakarta, dalam beberapa hari terakhir, diguyur hujan deras yang memicu banjir di berbagai titik. Untungnya, jarak rumah Sa’diah ke MTsN cukup dekat, sehingga putrinya bisa memutuskan untuk tidak berangkat ke sekolah.

Sayangnya, tidak semua keluarga seberuntung itu. Beberapa siswa yang tinggal jauh dari sekolah sudah berangkat sebelum orang tua mereka menerima pemberitahuan resmi, terjebak hujan dan genangan air, dan harus menempuh perjalanan yang seharusnya bisa dihindari.

Di tengah derasnya hujan dan perubahan mendadak dalam sistem belajar, kisah Sa’diah mengingatkan bahwa di balik kebijakan formal, ada jutaan orang tua yang menunggu kepastian agar bisa melindungi anak-anak mereka—sebuah realitas sederhana namun penuh tekanan dalam menghadapi cuaca ekstrem di ibu kota.

Pagi itu, Jakarta masih terendam air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 125 RT dan 14 ruas jalan masih digenangi banjir pada Jumat (23/1).

Imbas dari cuaca ekstrem tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai 23–28 Januari 2026 akibat cuaca ekstrem dan banjir yang merendam beberapa wilayah.

Bagi siswa dan orang tua, PJJ jadi “penyelamat”: belajar tetap jalan tanpa harus menembus genangan air. Tapi di rumah, tantangan baru muncul—materi harus tetap efektif, siswa harus fokus, dan orang tua ikut memantau proses belajar.

Hari-hari ini di ibu kota menjadi pengingat nyata: ketika hujan deras datang, rutinitas pun ikut berubah, dan adaptasi jadi kunci agar pendidikan tak berhenti meski cuaca ekstrem melanda.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.