Setelah Sekian Waktu, Akhirnya Banyuwangi Memiliki Produk IG

Kamis, 22 Jan 2026, 04:18 WIB

BANYUWANGI – Banyak produk yang dihasilkan Kabupaten Banyuwangi. Namun, akhirnya pilihan jatuh ke duren merah untuk menjadi produk indikasi geografis (IG). Direktorat Merek dan Indikasi Geografis Kementerian Hukum menetapkan komoditas hortikultura khas Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yakni durian merah sebagai produk Indikasi Geografis (IG).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Rabu, mengatakan komoditas hortikultura Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali diterbitkan di Indonesia untuk buah durian setelah melalui proses panjang sejak diajukan pada 2023. "Syukurlah sertifikat IG durian merah Banyuwangi sudah terbit, dan ini pertama yang ada di Indonesia IG untuk durian merah," ujarnya.

Ipuk bangga dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas diberikannya sertifikat Indikasi Geografis pada salah satu produk Banyuwangi itu. Dengan pengakuan ini, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi alat promosi, semakin meningkatkan produktivitas petani terutama di wilayah Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah, sekaligus mendorong kunjungan wisata ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya, karena durian merah Banyuwangi sangat unik yang tak dimiliki daerah lain," kata Ipuk. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda menambahkan durian merah Banyuwangi memiliki keunikan warna daging buah merah dan cita rasa khas, serta aroma yang kuat.

"Kekhasan ini terbentuk dari kombinasi faktor alam seperti tanah, iklim dan ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal dan praktik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat," katanya. Ilham memaparkan, durian merah ini dikelompokkan dalam beberapa gradasi atau perubahan warna daging, yakni merah, merah pelangi, dan merah semburat.

Selain itu, karakteristik fisiknya meliputi bentuk buah bulat hingga lonjong, warna kulit kuning-hijau, jumlah juring 4-7, ketebalan daging 4,2-18,5 milimeter, serta porsi daging mencapai 41,7 persen.
"Dari sisi mutu, durian ini memiliki aroma kuat, rasa manis-pahit seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan, vitamin C, dan lemak yang relatif rendah," kata Ilham.

Ia menyampaikan pula bahwa durian merah Banyuwangi tergolong jenis durian langka, dan tercatat baru enam pohon induk yang sudah didaftarkan IG dengan perkiraan produksi rata-rata 4 ton per pohon. Durian merah Banyuwangi ini berasal dari enam varietas unggul nasional, di antaranya ada balqis, SOJ, gandrung, sayu wiwit, tawangalun, dan madu Blambangan. Keenam varietas tersebut ditanam di wilayah Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

"Sejak tahun 2015 tercatat sudah 12 jenis durian lokal Banyuwangi yang didaftarkan sebagai varietas unggul. Dari 12 jenis durian unggul lokal tersebut, enam jenis adalah durian merah," kata Ilham. Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi buah durian mencapai 27.890 ton, yang tersebar di Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah dan Srono.

Bupati Ipuk Fiestiandani juga telah menyerahkan sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Kecamatan Songgon.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.