BPBD Sekat Jalur Api Cegah Meluasnya Kebakaran Lahan di Aceh Barat
Kamis, 22 Jan 2026, 09:01 WIBMEULABOH â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan terus berupaya melakukan penyekatan jalur api sebagai upaya mencegah meluasnya sebaran api di lokasi kebakaran lahan, yang berada sekitar 800 meter dari permukiman masyarakat.Â
âSaat ini fokus penanganan lebih ke penyekatan arah penjalaran api yang mengarah ke lokasi prioritas penyelamatan, seperti pemukiman atau wilayah perkebunan milik masyarakat,â kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald kepada wartawan di Meulaboh, Kamis (22/1).Â
Seperti diketahui, penyekatan jalur api atau sekat bakar (firebreak) merupakan metode yang digunakan dalam pengelolaan kehutanan dan pemadaman kebakaran lahan (karhutla) untuk mencegah api merambat lebih luas.Â
Dengan adanya penyekatan tersebut, kata dia, diharapkan dapat memperlambat laju api karena sekat bakar dapat bertindak sebagai penghalang fisik, karena dapat menghilangkan bahan bakar seperti vegetasi/ranting kering hingga mencapai tanah mineral untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran api. Sehingga nantinya dapat semakin mempermudah pemadaman yang saat ini masih terus dilakukan oleh petugas BPBD Aceh Barat bersama tim gabungan, dalam melakukan upaya pemadaman.
BPBD Aceh Barat juga berharap penyekatan api juga dapat mengurangi dampak kerusakan akibat bencana alam kebakaran lahan yang saat ini terjadi, dan dapat diharapkan dapat melindungi keanekaragaman hayati, tanah, dan infrastruktur dengan memperkecil ukuran total area yang terbakar.
Teuku Ronald mengatakan pihaknya juga telah mengusulkan operasi modifikasi cuaca (OMC) kepada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sebagai upaya mencegah semakin meluasnya kebakaran lahan di kawasan tersebut yang saat ini sudah meluas mencapai 10 hektare.
Dengan adanya operasi modifikasi cuaca, BPBD Kabupaten Aceh Barat berharap nantinya dapat meningkatkan intensitas curah hujan, sehingga kebakaran lahan yang saat ini sudah mencapai 10 hektare dapat segera teratasi.
Ia mengatakan upaya pemadaman yang efektif perlu dilakukan dengan intervensi percepatan pembasahan lahan (rewetting) secara massif, guna mematikan bara api di kedalaman gambut yang tidak terjangkau semprotan air manual.
- BPBD Aceh Barat
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Akhirnya Kini TikTok Kembali Beroperasi di AS
-
Lulusan Perwira Transportasi Poltekpel Sulut Diminta Jadi Pelaut yang Tangguh
-
Sebanyak 316 Bangunan di Sumenep Rusak akibat Gempa 6.5 Magnitudo
-
Polri Mendirikan Dapur Lapangan untuk Korban Banjir Pondok Gede Permai
-
Santunan BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pendidikan Anak, Pemerintah Daerah Ajak Warga Jadi Peserta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.