- Home
-
- Megapolitan
-
- BPBD DKI Teruskan Operasi ...
BPBD DKI Teruskan Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keenam
Kamis, 22 Jan 2026, 14:30 WIBJAKARTAÂ - BPBD DKI melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari keenam, Rabu 21 Januari 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi tersebut merupakan hasil koordinasi BPBD DKI, BNPB, BMKG, serta TNI Angkatan Udara.
Pada sorti pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Perairan Selat Sunda. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 10.000â11.000 kaki dengan target awan Cumulus Mediocris yang memiliki dasar awan 5.000 kaki dan 12.000 kaki.
Penyemaian menggunakan 800 kilogram NaCl dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan. Saat penyemaian, angin bertiup dominan dari arah barat laut dan teridentifikasi kejadian presipitasi pada posisi 272 derajat dengan jarak 92 nautical mile.
Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan area semai di overhead Perairan Selat Sunda pada radial 250â300 dan jarak 80â110 nautical mile dari Halim. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000â12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.
Sorti ini bertujuan mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat. Tujuannya, agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.
Sementara itu, sorti ketiga difokuskan di wilayah overhead Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000â7.000 kaki dengan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO).
Upaya ini ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur. Wilayah yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.
Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan kondisi atmosfer pada 21 Januari menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem. â21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta,â ujar dia.
Berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah. Sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, Mohamad Yohan, menegaskan OMC merupakan langkah antisipatif menghadapi dinamika cuaca ekstrem.
âOperasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan," ucap dia.
"Guna mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat berdampak pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya. BPBD DKI akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC," ujar dia.
"Juga menyesuaikan strategi dalam mengantisipasi cuaca ekstrem. Hal ini dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer."
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
Informasi kebencanaan dan peringatan dini dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id. Serta media sosial resmi @bpbddkijakarta. ils/I-1
- BPBD DKI Jakarta
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Gandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Usut Kerugian Negara Kasus Alsintan
-
Studi Menunjukkan Rekomendasi Kesehatan dari Chatbot AI Seringkali Salah
-
Terisolasi, Warga Ponorogo Gunakan Gondola Darurat untuk Antar Desa
-
115 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2,4 Meter
-
Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua
-
Wali Kota Baubau Minta Dakwah Sejuk di Safari Ramadhan 1447 H
-
15 Ton Garam Tambahan untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Riau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.