Pascabencana, ICU RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi
Rabu, 21 Jan 2026, 22:40 WIBACEH TAMIANG- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang kembali mengaktifkan layanan Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) guna memperkuat penanganan korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.Â
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, mengatakan pengoperasian kembali ICU merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan kesehatan pascabencana agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis secara optimal.Â
Ia menjelaskan, ICU RSUD Muda Sedia mulai kembali beroperasi pada 24 Desember 2025, setelah sebelumnya terdampak akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang.Â
âSejak ICU kembali dibuka, tercatat sudah delapan pasien yang mendapatkan perawatan intensif,â ujar Andika Putra, Rabu, 21 Januari 2026.Â
Dari jumlah tersebut, dua pasien dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk penanganan lanjutan, sementara tiga pasien lainnya menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Muda Sedia.Â
Andika menambahkan, ICU RSUD Muda Sedia saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ventilator, monitor pasien, serta ketersediaan oksigen tabung.Â
âDengan fasilitas yang ada, ICU mampu melayani hingga tiga pasien per hari,â jelasnya.
Memasuki dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, Andika menyebutkan bahwa berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang secara bertahap telah kembali beroperasi, termasuk RSUD Muda Sedia yang memulai proses pemulihan layanan sejak 3 Desember 2025 lalu.
Sebagai informasi, RSUD Muda Sedia sempat lumpuh saat air menerjang Aceh Tamiang pada 27 November 2025. Seluruh pasien yang dirawat sempat dievakuasi ke ruang rawat di lantai dua. Pembersihan rumah sakit dilakukan sejak 3 Desember 2025 dan hingga saat ini RSUD Muda Sedia sudah mulai melayani pasien dan berangsur-angsur pulih.
Relawan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga diterjunkan ke lokasi untuk menangani pasien-pasien yang gawat darurat, mengingat lebih dari 90 persen tenaga kesehatan dan tenaga medis di RSUD tersebut turut terdampak dan menjadi korban.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Widyawati mengatakan pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan di lapangan. "Ini disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, pemerintah telah dan terus mengupayakan sebaik mungkin," ujar dia.
- RSUD
- Pemulihan Pascabencana
- Aceh Tamiang
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
BNPP RI Kebut Penanganan Pascabanjir di Aceh Jelang Lebaran
-
Dampingi Presiden Salat Id di Aceh Tamiang, Menteri PU Pastikan Rumah Hunian Telah Ditempati
-
Pembukaan Akses Jalan di Bener Meriah Mencapai 60-70 Persen
-
Waspada! BMKG Prediksi Banjir Rob dan Hujan Ekstrem di Jawa Barat Saat Lebaran
-
Pengerahan Alat Berat untuk Membersihkan Lingkungan di Aceh Tamiang
-
BGN Wajibkan Pengawasan Limbah MBG Tiap 3 Bulan, Tekan Risiko Pencemaran Lingkungan
-
Diduga Dibunuh, Polres Jombang Usut Kematian Ibu dan Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.