Bukan Sekadar Manis, Ini Sederet Khasiat Medis Buah Kurma
Rabu, 21 Jan 2026, 21:48 WIBKURMA bukan cuma manis, tapi juga bisa jadi sumber energi cepat karena tiap butir mengandung 5 sampai 18 gram karbohidrat yang mudah diserap tubuh.
Ahli gizi terdaftar sekaligus penulis "The Everything Easy Pre-Diabetes Cookbook", Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, menyarankan kurma dijadikan sebagai camilan di antara waktu makan untuk menambah energi.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Health pada Senin, dia mengatakan bahwa mengonsumsi kurma sekitar pukul 15.00 bisa mengatasi penurunan energi pada sore hari.
Ahli gizi Stacey Woodson, MS, RD, LDN, menyarankan konsumsi kurma sebelum berlatih untuk menunjang kegiatan olahraga.
"Kurma adalah pilihan cerdas sebagai camilan pra-olahraga, karena kandungan karbohidratnya membantu memberi energi pada otot yang bekerja, sementara kaliumnya mendukung fungsi otot yang optimal," katanya.
Kurma juga baik dimakan setelah berolahraga menurut ahli gizi olahraga Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD. Menurut dia, karbohidrat dalam kurma, terutama bila dipadukan dengan protein, bisa membantu memulihkan dan mengisi kembali glikogen otot.
Selain itu, karena tubuh kehilangan kalium karena berkeringat saat berolahraga, kurma dapat membantu mengatasinya.
Stacey Woodson menambahkan bahwa kurma juga mendukung pencernaan yang sehat karena mengandung senyawa anti-inflamasi serta cukup serat. Sebagai gambaran, tiga butir kurma Medjool tanpa biji bisa menyediakan 4,8 gram serat atau sekitar 13 persen hingga 19 persen dari kebutuhan harian serat.
Serat membantu mengatur pergerakan usus dan menurut sebuah studi tahun 2025 serat dalam kurma dapat membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, faktor penting bagi kesehatan pencernaan.
Penelitian belum menentukan waktu tertentu dalam sehari yang paling tepat untuk menikmati manfaat pencernaan dari kurma, tetapi mengonsumsi kurma sebagai camilan di antara waktu makan dianggap sebagai pilihan yang tepat.
Woodson menyebut kurma sebagai camilan ideal di sela-sela waktu makan, karena seratnya membantu menjaga ritme pencernaan yang stabil sepanjang hari.
"Jeda ini memungkinkan sistem pencernaan mendapat manfaat serat secara konsisten tanpa membuatnya kewalahan," katanya.
Woodson merekomendasikan penyesuaian waktu makan kurma dengan aktivitas dan rutinitas harian.
"Saya merekomendasikan mengonsumsi kurma pada waktu yang paling sesuai dengan gaya hidup kalian," katanya.
Para ahli juga menyarankan untuk mengombinasikan kurma dengan air atau cairan lain agar seratnya dapat bergerak lancar melalui saluran pencernaan. Ant/Health
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Mahasiswa UI Sosialisasikan Pentingnya Enkapsulasi Arsip untuk Lindungi Dokumen Keluarga
-
Penjualan kurma di Palembang
-
Tiga Diaspora Baru Berlatih untuk Sepak Bola SEA Games Bersama Maruro dan Ivar
-
Purbaya Harap Penyaluran BLTS Rampung pada November 2025
-
Ancaman Baru: Indonesia Jadi Sarang Penipuan Lowongan Kerja Terbesar di Asia Pasifik
-
Penasaran, Ada TMI Difabel Tempat Ruang Belajar Disabilitas Lebih Mandiri di Jakarta
-
Jaksa Agung ST Burhanuddin Ajak PWI Bersinergi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.