Ancaman Baru: Indonesia Jadi Sarang Penipuan Lowongan Kerja Terbesar di Asia Pasifik
Rabu, 19 Nov 2025, 15:25 WIBJAKARTA - SEEK, perusahaan induk yang menaungi platform Jobstreet dan Jobsdb, telah merilis temuan terbaru yang mengkhawatirkan mengenai tren penipuan di dunia kerja di seluruh kawasan Asia Pasifik. Laporan ini diumumkan dalam rangka International Fraud Awareness Week pada 19 November 2025, yang mengungkap adaptasi taktik scammer dalam memanfaatkan kondisi pasar lokal.
Sistem deteksi penipuan milik SEEK menemukan adanya pola yang unik dan canggih selama periode satu tahun, mulai dari Juli 2024 hingga Juni 2025. Para pelaku penipuan menunjukkan strategi penargetan yang berbeda antara Australia dan Selandia Baru (ANZ) dengan enam negara Asia, termasuk Indonesia.
Analisis ini didasarkan pada data deteksi penipuan internal yang dikumpulkan SEEK di seluruh platformnya pada kawasan Asia Pasifik. Data secara konsisten menunjukkan bahwa posisi Administration & Office Support tetap menjadi target utama scammer di semua pasar yang diamati.
Secara regional, para pelaku penipuan menerapkan strategi yang beragam, menunjukkan adanya 'titik rawan' geografis yang sangat khas. Di kawasan Asia, pekerjaan entry-level menyumbang 29\% dari total iklan lowongan palsu, angka ini lebih tinggi dibandingkan 17\% di ANZ.
Indonesia secara mengejutkan tercatat sebagai hotspot penipuan lowongan kerja terbesar di Asia Pasifik berdasarkan volume penipuan iklan. Negara ini menyumbang 38\% dari seluruh upaya penipuan di kawasan APAC, dan mencapai 62\% dari total penipuan lowongan kerja yang terdeteksi di kawasan Asia.
Filipina menyusul di posisi kedua sebagai negara target terbesar di Asia Pasifik, dengan porsi 20\% dari upaya penipuan yang terdeteksi. Temuan ini mempertegas bahwa scammer semakin canggih dalam menyesuaikan target mereka di pasar yang berbeda.
Tom Rhind, Head of Trust & Safety, SEEK, menyatakan:
"Kami melihat para penipu ini menjadi semakin canggih dalam menargetkan tiap pasar yang berbeda. Mereka menyesuaikan pendekatan mereka untuk setiap pasar, dengan menargetkan jenis pekerjaan dan industri di mana mereka tahu para pencari kerja berada di posisi paling rentan."
Di Indonesia, data SEEK mengungkap bahwa dalam kategori Administration & Office Support, peran yang paling banyak terdapat penipuan adalah admin toko online, admin e-commerce, dan data entry. Sementara itu, penipuan iklan lowongan di bidang Manufacturing, Transport & Logistics banyak menargetkan posisi operasional gudang seperti staff gudang.
Tom Rhind juga menjelaskan bahwa posisi Administration & Office Support sangat rentan karena umumnya tidak menuntut gelar khusus atau pengalaman mendalam. Posisi entry-level seperti ini, termasuk bidang Sales, sering menjanjikan pekerjaan cepat dan penghasilan berbasis komisi.
Willem Najoan, Operations Director Indonesia, Jobstreet by SEEK, menambahkan bahwa temuan ini sangat mengkhawatirkan dan mengkonfirmasi urgensi yang tinggi:
"Kita tidak lagi hanya berbicara soal kerugian finansial, tetapi juga risiko keamanan serius di mana job scam telah berevolusi menjadi pintu masuk kejahatan terorganisir seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang yang menyasar warga Indonesia."
Dalam menghadapi ancaman ini, SEEK sebagai pemimpin marketplace lowongan kerja di Asia Pasifik, memiliki peran penting untuk memberantas praktik perekrutan yang tidak adil. Perusahaan telah menerapkan kontrol utama untuk mencegah perekrutan yang eksploitatif dan perbudakan modern, demi melindungi pencari kerja.
Langkah perlindungan dimulai dari proses pendaftaran perekrut (hirer onboarding), di mana tim Trust & Safety SEEK melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan legalitas perekrut. Langkah berikutnya adalah moderasi konten, yang mencakup pemindaian otomatis terhadap seluruh iklan lowongan yang diunggah.
Konten iklan yang terdeteksi mencurigakan akan diteruskan kepada tim spesialis untuk ditinjau secara manual. Platform ini juga memberdayakan kandidat dengan fitur pelaporan untuk melaporkan langsung iklan lowongan yang mencurigakan.
Berbagai langkah perlindungan ini telah menunjukkan hasil yang signifikan selama tahun fiskal 2025 SEEK, yang berlangsung dari Juli 2024 hingga Juni 2025. Sistem SEEK telah memindai 100\% dari 4,3 juta iklan lowongan yang diunggah di seluruh Asia Pasifik.
SEEK berhasil mencegah sekitar 3.600 perekrut yang gagal lolos penilaian proses onboarding untuk masuk ke platform. Selain itu, sekitar 650 akun perekrut yang terindikasi penipuan ditutup, dan hampir 2.800 iklan lowongan berisiko tinggi dihapus setelah investigasi.
Kandidat di platform SEEK juga berperan aktif dengan melaporkan sekitar 22.000 iklan lowongan yang terduga penipuan atau scam. Laporan tersebut kemudian ditinjau oleh tim khusus Trust & Safety SEEK untuk ditindaklanjuti.
Belakangan ini, para scammer semakin sering memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan penipuan yang lebih canggih dan meyakinkan. Selain itu, mereka juga sering menyamar sebagai Jobstreet dan menghubungi para kandidat melalui SMS, aplikasi chat, maupun platform media sosial.
Di Indonesia, modus yang paling marak adalah tawaran kerja paruh waktu yang "mudah", seperti memberikan tugas "like/subscribe" konten media sosial. Pola penipuan ini sering diawali dengan transfer komisi kecil untuk membangun kepercayaan.
Namun, penipuan tersebut kemudian berlanjut dengan skema yang mengharuskan korban melakukan deposit atau top-up, yang pada akhirnya dana tersebut tidak dapat dikembalikan. Untuk melawan ancaman yang terus berkembang, SEEK dan Jobstreet terus meningkatkan mekanisme deteksi penipuannya.
Willem Najoan, sekali lagi, menekankan peran Jobstreet by SEEK dalam memerangi penipuan:
"Jobstreet by SEEK terus mendorong perusahaan beralih ke perekrutan yang terstruktur. Melalui gerakan #NextMillionJobs yang kami inisiasi di paruh kedua tahun 2024, kami secara aktif melawan job scam dengan mengedukasi baik perusahaan maupun pencari kerja untuk menggunakan platform yang aman dan terpercaya selama proses rekrutmen. Ini adalah langkah nyata kami untuk mempersempit ruang gerak penipu dan memastikan para pencari kerja di Indonesia mendapatkan lowongan kerja yang resmi dan terverifikasi."
Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Jobstreet by SEEK terus memberikan edukasi melalui platform Security & Privacy Hub. Kanal ini berisi informasi mengenai ragam penipuan lowongan kerja terbaru, praktik perekrutan tidak adil, dan tips untuk melindungi diri saat beraktivitas online.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Bandara Soekarno Hatta Menjadi Terbaik di Dunia
-
Pemkot Batam Terapkan Pola 3-3-3 untuk THM, Apa Sih Maksudnya?
-
Respons Situasi di Timur Tengah, KBRI Abu Dhabi Tetapkan Siaga III
-
Turun Lagi! Nilai Tukar Petani NTT Februari 2026 Melemah ke 100,92
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
PERADI Bangun Jembatan Gantung di Solok, Salurkan Bantuan Rp600 Juta
-
Arus Mudik 2026 Naik Tajam, 10 Juta Penumpang Gunakan Transportasi Umum
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.