BPS Perkirakan Puncak Inflasi Ramadan Terjadi pada Maret 2026
Selasa, 20 Jan 2026, 14:48 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan puncak inflasi Ramadan pada tahun ini akan terjadi pada Maret 2026. Ini karena kehadiran bulan suci tersebut dimulai pada pertengahan Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Puji Ismartini, mengatakan inflasi Ramadan dipengaruhi waktu dimulainya bulan suci tersebut.
"Jika dimulai sejak awal bulan, biasanya inflasinya akan mengumpul dalam satu bulan penuh," ujar dia, Senin (19/1).
Sebaliknya jika Ramadan dimulai pada pertengahan atau akhir bulan, hal ini membuat inflasi akan terbagi. "Pola ini terlihat konsisten dalam data inflasi lima tahun terakhir," kata Puji.
Dia mencontohkan pada 2023 Ramadhan dimulai pada 23 Maret. Sehingga meski inflasi muncul pada bulan tersebut, puncaknya terjadi pada April 2023.
Berbeda dengan dua tahun berikutnya di mana Ramadan dimulai pada 1 Maret 2025. Saat itu, inflasi per Maret 2025 tercatat mencapai 1,65 persen.
Menurut laporan BPS, inflasi Ramadan tersebut merupakan yang tertinggi selama lima tahun terakhir. "Ini karena pengaruh Ramadan yang berlangsung satu bulan penuh," ujar Puji.
Sedangkan pada 2026, awal Ramadan diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari. "Dalam hal ini, pembacaan inflasi perlu merujuk pola historis tersebut," kata dia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, mengingatkan inflasi selalu naik menjelang Lebaran. Namun, kenaikan berlebihan dinilai tidak wajar dan harus dicegah.
"Kita sudah mengalami tahun ke tahun setiap mau Lebaran harga-harga pasti naik," kata dia. "Kalau kenaikannya wajar saja tentu tidak masalah, tetapi seringkali naik tinggi."
Tomsi mengatakan inflasi bulanan normal berada di kisaran 0,3 persen. Namun, saat Lebaran tahun lalu 2025, inflasi melonjak hingga 1,6 persen.
Ini berarti kenaikan inflasi mencapai lebih dari lima kali lipat dan terjadi hampir pada seluruh komoditas. Menurut Tomsi, hal ini dinilai keterlaluan karena beberapa harga komoditas melonjak hingga tiga sampai empat kali lipat.
Karena itu, Tomsi menegaskan pemerintah akan berupaya mencegah kenaikan harga tak wajar. "Pengendalian alam dilakukan menjelang dan selama periode Lebaran," ujar dia. ils/I-1
- inflasi
- Badan Pusat Statistik (BPS)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Peluang Kerja Kaum Disabilitas Perlu Diperluas
-
DKP Mataram: Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok melalui GPM
-
91 Persen Rumah Tak Layak Huni di Papua Pegunungan, Pemerintah Siapkan Rp1,5 T Bangun 2.200 Rumah
-
CapCut Gelar AI Content Fest 2026, 10 Karya Kreator Indonesia Tayang di Layar Lebar
-
Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar
-
PSS Sleman Siap Bikin Kejutan! Madura United Jadi Ujian Berat
-
Optimalisasi Aset Jadi Strategi Pertambangan Menghadapi Tekanan Biaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.