Arsenal Siap Menguji Ketangguhan Inter

Selasa, 20 Jan 2026, 06:10 WIB

MILAN - Arsenal hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Namun, misi itu harus mereka jalani di salah satu stadion tersulit di Eropa, San Siro, saat menghadapi Inter Milan, Rabu (21/1) dini hari WIB. Laga ini mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Eropa yang sama-sama dikenal dengan pertahanan kokoh.

Enam poin dan lima peringkat memisahkan kedua tim di klasemen fase liga. Inter bertekad menghindari jalur berbahaya dengan harus menghadapi lawan sulit lebih awal, sementara Arsenal ingin mempertahankan catatan sempurna mereka di kompetisi ini.

Ket. Foto: Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez dan Gelandang Arsenal, Bukayo Saka (kanan) — Sumber: Stefano RELLANDINI /ben STANSALL/AFP

Inter datang dengan status finalis Liga Champions 2023 dan 2025. Dalam empat laga awal musim ini, mereka tampil nyaris tanpa cela dengan menyapu bersih kemenangan dan hanya kebobolan satu gol. Namun, aura tak terkalahkan di Eropa itu sedikit memudar setelah dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Liverpool. Kekalahan terakhir terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri, San Siro, lewat penalti Dominik Szoboszlai.

Hasil tersebut bukan sekadar memutus rekor 18 laga kandang tanpa kekalahan Inter di Liga Champions, tetapi juga menempatkan mereka dalam ancaman mencatat tiga kekalahan beruntun di kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Meski demikian, tim asuhan Cristian Chivu bangkit dengan cukup meyakinkan.

Dari delapan pertandingan terakhir di semua ajang, Inter meraih enam kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Akhir pekan lalu, mereka menundukkan Udinese 1-0 di Serie A lewat gol penyerang andalan, Lautaro Martinez. Kemenangan itu menegaskan dominasi Inter di puncak klasemen Serie A, unggul atas AC Milan dan juara bertahan Napoli. Pertahanan mereka pun layak mendapat pujian, dengan empat clean sheet dalam enam laga terakhir.

“Liga Champions selalu menuntut konsentrasi sempurna. Arsenal tim dengan intensitas tinggi, tetapi kami siap merespons dengan disiplin dan karakter. San Siro harus kembali menjadi tempat yang sulit bagi siapa pun,” ujar Chivu. Laga ini diprediksi menjadi adu ketangguhan lini belakang. Inter baru kebobolan empat gol sepanjang fase liga. Ini rekor yang hanya kalah dari Arsenal yang baru kemasukan satu kali.

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Arsenal terjadi saat menundukkan Bayern Munich dalam kemenangan besar. Setelah itu, tim asuhan Mikel Arteta menang mudah 3-0 atas Club Brugge. Kini berada di ambang finis delapan besar, yang berarti lolos langsung tanpa playoff.

Bagi Arsenal, menghindari babak tambahan sangat krusial mengingat masih bersaing di empat kompetisi. Meski kemenangan di Milan bukan syarat mutlak, raihan tujuh kemenangan beruntun akan menjadi rekor terbaik di ajang UEFA.

Namun, performa tandang Arsenal belakangan sedikit meredup. Dua laga terakhir Liga Inggris berakhir imbang tanpa gol melawan Liverpool dan Nottingham Forest. Ini sekaligus memutus rekor 14 laga tandang selalu mencetak gol.

Inter pun punya kenangan manis menghadapi Arsenal. Musim lalu, mereka menundukkan The Gunners 1-0 di fase liga Liga Champions. ben/AFP/G-1

  • Arsenal

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.