- Home
-
- Luar Negeri
-
- Titah Raja Malaysia: Bahas...
Titah Raja Malaysia: Bahasa Melayu Adalah Asas Pembinaan Bangsa
Senin, 19 Jan 2026, 20:02 WIBKUALA LUMPUR - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menyatakan siapa pun yang tidak menerima penggunaan Bahasa Melayu sebaiknya tidak tinggal di Malaysia.
Dalam pembukaan Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin (19/1), ia menekankan bahwa Bahasa Melayu merupakan bahasa kebangsaan Malaysia.
"Bahasa Melayu harus menjadi bahasa utama karena merupakan bahasa kebangsaan. Kalau ada yang tidak terima Bahasa Melayu, lebih baik jangan duduk [tinggal] di Malaysia," katanya.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan sistem pendidikan baru harus selaras dengan kebijakan pendidikan nasional Malaysia yang menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama.
Sultan Ibrahim meminta setiap usulan sistem pendidikan untuk menerima Bahasa Melayu dan sejarah Malaysia sebagai bagian penting dalam pembelajaran.
Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa pembentukan Malaysia didasarkan pada Perjanjian Malaysia 1963 yang menyatukan Tanah Melayu, Sabah, dan Sarawak sebagai sebuah negara.
Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali pada niat awal pembentukan Malaysia, yakni memperkuat persatuan, saling menghormati, serta kerja sama erat antara negara-negara bagian dan pemerintah persekutuan.
Sultan Ibrahim juga meminta para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, sehingga tidak menghasut atau menimbulkan ketegangan.
Ia menegaskan bahwa setiap perbedaan pandangan harus diselesaikan secara matang, bukan melalui kebencian atau prasangka. Hak-hak negara bagian harus tetap dihormati, tetapi kepentingan Malaysia secara keseluruhan harus selalu diutamakan, katanya.
Selain itu, Sultan Ibrahim mengingatkan agar setiap perdebatan, keputusan, dan pengambilan suara di parlemen tidak hanya didasarkan pada kepentingan politik partai, tetapi juga pada pertimbangan masa depan negara. Ant
- johor
- Bahasa Melayu
- malaysian ringgit
- anwar ibrahim
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Pengendara Mengantre di SPBU Surabaya di Tengah Lonjakan Harga Minyak AS
-
Arus Mudik dan Balik Lancar: Menteri PU Tegaskan Masih Ada Titik yang Jadi Perhatian
-
Kebakaran Hanguskan Gudang Katering di Ragunan, Jaksel
-
Sebanyak 3.367 Pelajar Dinyatakan Lolos Masuk Universitas Jember jalur SNBP
-
Pemimpin Junta Bersiap Serahkan Jabatan Militer Tertinggi
-
Malaysia Tetapkan Awal Ramadan pada 19 Februari
-
Gejolak Timur Tengah Hantam Bursa: IHSG Hari Ini Melemah, Investor Pilih Menepi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.