Gubernur Pramono Tekankan Kolaborasi BI dan OJK untuk Digitalisasi Ekonomi Jakarta

Senin, 19 Jan 2026, 19:15 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan. Acara tersebut digelar di The Ballroom Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (19/1).

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi ekonomi Jakarta, khususnya melalui digitalisasi sistem keuangan dan transaksi.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan. Acara tersebut digelar di The Ballroom Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (19/1). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Pengalaman kami menunjukkan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia dan OJK mampu memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui lomba digitalisasi pasar yang hasilnya mampu meningkatkan transaksi hingga 47 persen," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pramono menjelaskan bahwa Jakarta memiliki 153 pasar tradisional yang terus didorong untuk bertransformasi ke sistem digital. Upaya tersebut dilakukan melalui skema perlombaan yang melibatkan Bank Indonesia dan OJK sebagai juri sekaligus mitra pengembangan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, perbankan nasional juga dilibatkan secara aktif untuk mendampingi pasar-pasar yang mengikuti proses digitalisasi. Sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara serta Bank Jakarta berperan dalam memberikan pendampingan sistem pembayaran non-tunai.

"Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kolaboratif mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Jakarta. Kami telah bekerja sama dengan baik bersama BI dan OJK, terutama dalam digitalisasi sistem pembayaran," kata Pramono.

Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta. Kontribusi BI dinilai penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Pramono, kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, BI, dan OJK akan terus diperkuat ke depan. Fokus utama kolaborasi tersebut diarahkan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi serta pengendalian inflasi di wilayah Jakarta.

"Kami optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Jakarta akan terus tumbuh dan bertransformasi menjadi kota global yang berdaya saing. Transformasi tersebut akan dilanjutkan melalui penguatan ekonomi, infrastruktur, sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar Pramono.

Selain penguatan digitalisasi pasar, Pemprov DKI Jakarta juga mencatat capaian positif pada momentum Natal dan Tahun Baru. Berbagai program ekonomi kreatif dan konsumsi masyarakat berhasil mendorong perputaran ekonomi secara signifikan.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menggelar perlombaan diskon pusat perbelanjaan dan ornamen hotel untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Program tersebut dinilai efektif dalam menarik minat masyarakat dan wisatawan ke Jakarta.

Hingga 12 Januari 2026, transaksi ekonomi Jakarta tercatat mencapai Rp15,2 triliun. Tingkat hunian hotel di sejumlah koridor utama juga dilaporkan hampir menyentuh angka 100 persen.

Capaian tersebut dinilai sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta dalam mempersiapkan Jakarta sebagai kota global. Penguatan kolaborasi lintas lembaga dan digitalisasi ekonomi menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang pembangunan Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.