Sisa Tiga Dirawat, Korban Keracunan MBG Mojokerto Tembus 411 Siswa - Emil Dardak Pantau Ketat

Jumat, 16 Jan 2026, 14:58 WIB

SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menaruh perhatian besar terhadap peristiwa keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Mojokerto, baru-baru ini. 

Dari data terakhir yang ia terima Kamis (15/1), jumlah siswa yang terdampak kejadian tersebut mencapai 411 orang, namun kini hanya tinggal tiga siswa yang masih dipantau perkembangan kondisinya di rumah sakit. 

Ket. Foto: Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan data laporan terakhir di ponselnya soal perkembangan siswa yang terdampak keracunan MBG, Kamis (15/1). — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

"Baru saja tadi saya terima angka terakhir, ada di angka 411 (siswa), tapi sebagian besar sudah kembali ke rumah. Awalnya  korban 261 siswa pada tanggal 11 Januari, naik menjadi 384 tanggal 12 Januari, naik tanggal 13 Januari menjadi 404. Lalu tanggal 14 Januari jadi 411 pasien."

"Total berhenti di situ angkanya. Dari 411, semua yang sudah pulang per hari ini bertambah 74 jadi 408. Nah, yang tiga ini bisa jadi yang kemarin tanggal 14 Januari baru masuk (rumah sakit). Jadi jangan diasumsikan yang tiga dari awal masuk tidak sembuh-sembuh," terangnya. 

Emil menjelaskan, penanganan medis yang optimal telah diberikan sesuai dengan domisili dari masing-masing siswa. 

Emil melanjutkan, Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi leading sektor pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kami berkomunikasi dengan Direktur Pemantauan Pengawasan BGN untuk menyampaikan informasi Mereka punya mekanisme, tim dari Grobogan telah bergerak beberapa hari yang lalu mendalami situasi di Mojokerto."

"Sudah ada tim yang melakukan investigasi, tapi hasilnya nanti akan disampaikan langsung oleh BGN," ujar Emil. 

Menurutnya, yang penting dilakukan dalam penyelidikan ini adalah memastikan akar masalah ini betul-betul untuk memastikan insiden serupa tidak terulang. 

"Sangat banyak jumlah SPPG dan satu yang mungkin memiliki kejadian di waktu yang dekat kemarin ini tetapi ini akan dianggap sebagai suatu yang fundamental dan ditindaklanjuti dengan sebaik mungkin oleh BGN," tutupnya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.