Piala Afrika: Maroko dan Senegal Siap Bentrok di Final, Mimpi Mohamed Salah Kembali Buyar

Jumat, 16 Jan 2026, 09:44 WIB

RABAT, MAROKO  — Tuan rumah Maroko dan Senegal memastikan tempat di partai puncak Piala Afrika (AFCON) akhir pekan ini setelah meraih kemenangan dramatis dalam laga  semifinal. Final ini mempertemukan dua kekuatan modern sepak bola Afrika. Namun, di balik gegap gempita duel raksasa tersebut, Mohamed Salah kembali harus menelan kekecewaan,  mimpinya mengangkat trofi AFCON bersama Mesir kian terasa menjauh.

Turnamen ini menyajikan final ideal antara dua tim terbaik Afrika versi peringkat FIFA. Maroko melaju ke final usai menyingkirkan Nigeria lewat adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol di Rabat. Pencapaian ini terasa sebagai kelanjutan alami dari laju impresif tim asuhan Walid Regragui, yang pada Piala Dunia 2022 menjadi tim Afrika dan Arab pertama menembus semifinal.

Ket. Foto: Para pemain Senegal melakukan selebrasi usai menang atas Mesir dalam laga semifinal Piala Afrika, Kamis (15/1) waktu setempat. — Sumber: AFP

Maroko tak terkalahkan sejak tersingkir secara mengejutkan oleh Afrika Selatan di babak 16 besar AFCON 2024. Saat ini, Atlas Lions bertengger di peringkat ke-11 dunia, bahkan di atas Italia. Mereka juga diperkuat Pemain Terbaik Afrika tahun ini, Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain), serta memburu gelar AFCON untuk melengkapi deretan prestasi terbaru: juara Piala Dunia U-20 pada Oktober, juara Piala Arab bulan lalu, dan peraih perunggu Olimpiade 2024.

Sepanjang sejarah, Maroko kerap dicap sebagai “underachiever” di level Afrika. Satu-satunya gelar AFCON mereka diraih pada 1976; sejak itu, hanya sekali mencapai final, pada tahun 2004, ketika Regragui masih menjadi pemain. Di turnamen kandang kali ini, permainan Maroko tak selalu memukau dan sempat menuai siulan pendukung sendiri. Regragui pun kerap menghadapi kritik meski sukses sejak ditunjuk Agustus 2022.

Namun fakta di lapangan sulit dibantah. Maroko baru kebobolan satu gol dari enam laga—itu pun lewat penalti saat imbang kontra Mali di fase grup. Ditambah lagi, sayap Real Madrid Brahim Díaz tampil sebagai salah satu pemain paling menonjol di turnamen.

“Tentu ekspektasi terhadap kami lebih tinggi setelah mencapai semifinal Piala Dunia, dan saya sadar akan dikritik jika kalah di final,” aku Regragui, Kamis dini hari.

Maroko juga telah memastikan tiket ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun dan tengah bersiap menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan Spanyol dan Portugal.
“Ini adalah era keemasan sepak bola Maroko, tetapi kami tidak boleh melupakan dari mana kami berasal,” tambah Regragui.

Era Emas Senegal

Senegal pun berada di era emas. Juara Afrika 2022 itu melangkah ke final usai menundukkan Mesir 1-0 di semifinal berkat gol Sadio Mané di Tangier. Ini menjadi final ketiga Senegal dalam empat edisi AFCON terakhir, setelah kalah dari Aljazair pada 2019 di Kairo.
Lions of Teranga, yang kini berada di peringkat ke-19 dunia, dianggap sebagai ancaman paling nyata bagi ambisi Maroko di kandang sendiri. Kekuatan pertahanan Senegal juga solid, baru kebobolan dua gol sepanjang turnamen.

Berbeda dengan Maroko, skuad Senegal relatif menua. Mané, 33 tahun, menyatakan pada Rabu bahwa turnamen ini akan menjadi AFCON terakhirnya.
“Mudah-mudahan kami masih bisa memilikinya beberapa tahun lagi,” kata pelatih Senegal, Pape Thiaw. “Saya berharap ini bukan final terakhirnya.”

Sementara itu, Mohamed Salah harus kembali berdamai dengan kegagalan di panggung AFCON. Penyerang Liverpool itu akan berusia 34 tahun tahun ini dan datang ke Maroko dengan harapan besar, di tengah ketidakpastian masa depannya di klub. Rekam jejak AFCON Salah sarat kekecewaan: kalah di final 2017 dan 2022, tersingkir di babak 16 besar saat Mesir menjadi tuan rumah pada 2019, serta cedera hamstring yang mengakhiri kiprahnya lebih awal dua tahun lalu di Pantai Gading.

Kini, harapan itu kembali pupus. Mesir, juara tujuh kali, masih puasa gelar sejak 2010.
Meski demikian, Salah masih bisa menatap Piala Dunia bersama The Pharaohs dan kemungkinan akan mengerahkan tenaga untuk setidaknya satu AFCON lagi. Edisi berikutnya, yang akan digelar di Kenya, Tanzania, dan Uganda, dijadwalkan berlangsung tahun depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.