• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Louvre Abu Dhabi, Ikon Ars...

Louvre Abu Dhabi, Ikon Arsitektur Dunia Jadi Magnet Utama Wisata Budaya Global

Jumat, 16 Jan 2026, 15:38 WIB

ABU DHABI - Di bawah kubah raksasa yang menyaring cahaya matahari menjadi butiran lembut seperti hujan, Louvre Abu Dhabi berdiri tenang di atas perairan Teluk Persia.

Bangunannya tidak menjulang, melainkan menyebar rendah di atas air dan tampak sederhana dari kejauhan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/GIUSEPPE CACACE

Namun begitu melangkah masuk, museum ini segera menunjukkan bahwa ia bukan sekadar ruang pamer seni, melainkan pernyataan tentang bagaimana Uni Emirat Arab (UEA) ingin dilihat dunia.

Dirancang oleh arsitek Prancis Jean Nouvel, Louvre Abu Dhabi memadukan modernitas dengan tradisi Arab.

Kubah geometris ikonik museum terdiri dari sepuluh lapisan pola beranyam yang terinspirasi dari daun palem tradisional.

20260116153319_main_1500.jpeg

Tampak dalam kubah geometris ikonik museum Louvre Abu Dhabi. (AFP/GIUSEPPE CACACE)

Struktur ini menghasilkan efek cahaya yang dikenal sebagai "rain of light", sekaligus menjadi simbol arsitektur modern yang menghormati tradisi lokal.

Di antara bangunan, mengalir sebuah sistem air yang terinspirasi dari falaj—jaringan irigasi tradisional Arab—yang menghadirkan suasana tenang bagi siapa pun yang melihatnya.

Diresmikan pada 2017, Louvre Abu Dhabi menjadi museum universal pertama di dunia Arab. Kehadirannya menandai ambisi besar UEA untuk melampaui identitas mereka sebagai negara kaya minyak dan menempatkan budaya sebagai pilar baru pembangunan serta alat diplomasi global.

Museum ini berada di Pulau Saadiyat, kawasan yang dirancang sebagai distrik budaya internasional. Di pulau ini pula tengah dibangun Guggenheim Abu Dhabi dan Zayed National Museum.

Proyek-proyek ini semakin mencerminkan strategi UEA untuk menjadikan seni, pengetahuan, dan budaya sebagai identitas baru mereka di panggung global.

Louvre Abu Dhabi lahir dari perjanjian antara pemerintah UEA dan Prancis yang ditandatangani pada 6 Maret 2007. Melalui kemitraan ini, Abu Dhabi memperoleh hak penggunaan nama Louvre serta dukungan kuratorial dari Prancis.

Bagi UEA, nama Louvre memberikan legitimasi global bagi museum baru mereka. Bagi Prancis, proyek ini menjadi inisiatif kebudayaan terbesar yang pernah mereka lakukan di luar negeri.

Kolaborasi ini bukan hanya diplomasi budaya dua negara, tetapi juga menempatkan Louvre Abu Dhabi dalam jaringan museum kelas dunia.

Lintas Peradaban

Louvre Abu Dhabi memiliki sekitar 700 karya dalam koleksi permanennya, mencakup seluruh periode sejarah manusia mulai dari prasejarah hingga era modern.

Selain itu, museum ini juga menampilkan sekitar 300 karya pinjaman dari museum-museum mitra Prancis seperti Musée du Louvre, Musée d’Orsay, Centre Pompidou, Musée de l’Orangerie, Musée du Quai Branly, hingga Bibliothèque Nationale de France.

Sejumlah mahakarya dari Louvre Paris juga diputar secara berkala setiap tahun.

Desain pameran Louvre Abu Dhabi menonjolkan hubungan lintas peradaban dan budaya yang tampak berjauhan dalam waktu maupun geografi.

Pengunjung diajak menelusuri galeri secara kronologis dan tematik, melintasi berbagai era dan peradaban.

Identitas Louvre Abu Dhabi bertumpu pada nilai penemuan, pertukaran, dan pendidikan—membantu pengunjung memahami bagaimana seni berkembang di berbagai belahan dunia.

Berbeda dari museum tradisional yang memisahkan karya berdasarkan budaya atau periode tertentu, Louvre Abu Dhabi mengadopsi pendekatan unik: menampilkan karya secara kronologis untuk menonjolkan hubungan antarperadaban.

20260116153317_57f25771f7f94be5891c0c0a60c8bbda.jpeg

(AFP)

Pendekatan ini mencerminkan posisi Abu Dhabi sebagai titik temu Timur dan Barat, Utara dan Selatan—sebuah peran historis yang telah dimainkan kawasan ini sejak era Jalur Sutra.

Koleksinya bersifat universal—melampaui batas geografis dan kebangsaan—mencakup peradaban dari Timur Tengah dan dunia Arab, Eropa, Asia, Afrika, hingga Amerika, serta peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, Romawi, dan Mesopotamia.

Ragam karya yang dikumpulkan sangat luas, mulai dari temuan arkeologi kuno, manuskrip dan objek sejarah, patung, lukisan dari berbagai era, seni dekoratif, instalasi kontemporer, hingga fotografi dan media baru.

Seluruhnya dikurasi berdasarkan tema-tema universal, bukan berdasarkan negara atau periode, untuk menekankan bagaimana kreativitas manusia berkembang melampaui batas budaya dan waktu.

Pengunjung bergerak maju dalam waktu, menyaksikan perkembangan peradaban yang berlangsung paralel.

Empat periode besar menjadi kerangka utama: arkeologi dan kelahiran peradaban; abad pertengahan dan lahirnya Islam; periode klasik dari humanisme hingga pencerahan; era modern dan kontemporer sejak akhir abad ke-18.

Pengunjung diajak mempelajari karya secara mandiri, membandingkan, dan menemukan makna melalui teks kuratorial serta media multimedia dalam berbagai bahasa. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.